KabarSunda.com- Sejumlah tokoh jawa barat merasa prihatin adanya demontrasi beberapa waktu lalu di kota bandung dan sekitarnya diwarnai dengan perbuatan anarkis dengan melakukan pengrusakan,pembakaran dan penjarahan.
Hal tersebut disampaikan Irjen Pol (Purn) Anton Charliyan saat membacakan deklarasi tokoh masyarakat jawa barat pencinta damai yang diterima KabarSunda.com,Selasa,2 September 2025.
Menurut Anton, kita mendukung segala bentuk aspirasi dalam membangun system demokrasi di Indonesia, namun kami menolak aspirasi yang dilakukan dengan cara cara anarkis melakukan pengrusakan,pembakaran,penjarahan, dan kerusuhan-kerusuhan lainnya.
Untuk itu,kami tokoh masyarakat Jawa Barat pencinta damai mengimbau agar semua pihak mampu menahan diri sehingga tercipta situasi kondusif khususnya di Jawa Barat dan seluruh Indonesia.
Karena menciptakan situasi kondusif aman dan tertip merupakan tanggungjawab kita semua seluruh komponen masyarakat Jawa Barat dan Indonesia secara menyeluruh.
Akibat demo ricuh Pemrov Jabar alokasikan anggaran
Pemerintah Provinsi Jawa Barat merealokasikan anggaran Rp 150 miliar dari APBD 2025 untuk perlindungan pekerja informal, pemulihan ekonomi, hingga perbaikan fasilitas umum yang rusak akibat aksi unjuk rasa.













