KabarSunda.com- Kabupaten Garut memiliki angka perceraian yang cukup tinggi, yakni peringkat ketiga se-Jawa Barat. Hal itu dikatakan Kepala Kantor wilayah Departemen Agama Provinsi Jawa Barat Dudu Rohman saat pengukuhan pengurus Badan Penasihat,Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Kabupaten Garut kamis (11/9/2025) di Ponpes Al Wasilah.
Dudu Meminta kepada para pengurus untuk meminimalisir angka perceraian.
Dalam kesempatan ini, Dudu” juga memberikan sosialisasi mengenai layanan Cinta yang digagasnya untuk Provinsi Jawa Barat.
“Terkait layanan Kementerian Agama, kami membawa layanan cinta, mahabbah, tidak ada perkeliruan, perselingkuhan, tidak ada saling menggugat tapi menciptakan kenyamanan dalam bekerja,” ujar Dudu.
Dudu menjelaskan bahwa layanan Cinta merupakan sebuah akronim, yakni Cepat, Inovatif, Nyaman, Transparan, dan Akuntabel. Ia berharap layanan cinta ini dapat memberikan dampak bagi masyarakat di Provinsi Jawa Barat.
“Cinta itu singkatan, Cepat, Inovatif, harus ada hidah baru, ada inovasi yang bisa membawa pelayanan yang semakin cepat, Nyaman dalam melakukan pekerjaan
Kantor itu rumah kedua, Transpran, transpransi itu penting karena kita punya anggaran, punya tanggung jawab. Tidak hanya transparan tapi juga akuntabel. Ini semua sesuai dengan program Kementerian Agama dan sesuai dengan asta protas, diantaranya ekoteologi, dan cinta, mahabbah kepada Allah SWT, manusia, dan lingkungan,” ujar Dudu.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam), Ohan Burhan, mengungkapkan bahwa pelantikan pengurus BP4 tingkat Kabupaten/Kota akan dilaksanakan di 10 titik di Jawa Barat.
“Ini titik lokasi ketiga. Semoga kegiatan ini akan menghasilkan hal yang baik karena kegiatan ini merupkan kegiatan yang baik, dilakukan di tempat yang baik, dan di waktu yang baik.” Ujar Ohan.













