Rp781 Miliar Disiapkan Pemkab Karawang Demi Pemeliharaan Taman Median Jalan

KabarSunda.com- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang mengalokasikan anggaran sebesar Rp781 juta untuk pemeliharaan taman median jalan interchange Karawang Barat.

Kabid Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang, Dede Pramiadi Asmara mengatakan dana sebesar Rp781 juta yang sempat ramai diperbincangkan merupakan pagu anggaran, bukan nilai kontrak pekerjaan pemuliaan tanah dalam pemeliharaan taman.

Untuk nilai pekerjaan pemeliharaan taman di median jalan interchange Karawang Barat itu sebesar Rp625 juta, yang bersumber dari APBD Karawang tahun 2025.

Pengerjaan pemeliharaan taman di median jalan interchange Karawang Barat meliputi pembersihan rumput beserta akar-akarnya, penggemburan tanah, pemupukan menggunakan sekam, pupuk kompos dan pupuk kandang, hingga penanaman tanaman.

Menurut dia, penyebaran sekam hanya salah satu bagian dari proses pemuliaan tanah dan bukan satu-satunya item pekerjaan.

Sekam yang digunakan dalam proyek ini mencapai 284 meter kubik atau setara 35,5 ton. Konversi sekamnya 1 meter kubik sama dengan 125 kilogram.

Selain penyebaran sekam, kata dia, juga disiapkan sekitar 31 ribu polybag bibit tanaman untuk ditanam setelah tahap pemupukan selesai.

“Jenis tanaman yang akan ditanam, antara lain pandan afrika, wera merah (bunga sepatu), wera tricolor, heliconia orange, heliconia golden torch, dan tanaman alamanda,” kata dia.

Ia berharap masyarakat dapat memahami kalau pekerjaan ini merupakan proses bertahap yang membutuhkan waktu dan perhatian secara detail.

“Kami pastikan seluruh tahapan dilakukan sesuai rencana dan spesifikasi teknis,” katanya.

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat di Karawang Asep Agustian menyayangkan betapa besarnya nilai pemeliharaan taman.

“Ini pemeliharaan ya, bukan membuat taman baru. Beberapa pohonnya masih ada di median jalan itu,” katanya.

Ia menilai kalau hal tersebut merupakan bagian dari pemborosan. Belum lagi mengenai proses pemeliharaan taman tersebut yang di dalamnya terdapat penyebaran sekam.

Menurut dia, penggunaan sekam di median jalan interchange arawang Barat yang merupakan jalur padat kendaraan sangat berbahaya.

“Sekam itu disebar di sepanjang taman median jalan, tanpa ditutupi terpal. Bagaimana kalau terjadi angin kencang dan sekam itu mengenai mata pengendara motor, apa tidak berbahaya,” katanya.

Ia berharap Dinas Lingkungan Hidup Karawang serius dalam menata dan mempercantik “wajah” Karawang dengan taman-taman yang bagus.

“Ini yang terjadi proyek taman di Karawang hampir setiap tahun ada, pengerjaannya pun kebanyakan di titik yang itu-itu saja. Bahkan, sampai ada penanaman tanaman baru, padahal di area taman tersebut masih ada tanamannya,” kata dia.