Jabar Terpilih Tuan Rumah Harlah Pandu Ma’arif Nasional

KabarSunda.com-Jawa Barat terpilih menjadi tuan rumah Hari lahir Pandu Ma’arif Nahdatul Ulama (NU) Nasional. Agenda ini menjadi kehormatan sekaligus tantangan bagi Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Pandu Ma’arif NU Jawa Barat. Untuk Agenda tersebut Pengurus Sako Pramuka Pandu Maarif NU melakukan audiensi dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman, S.Ag., M.Si pada Senin (15/09/2025), di ruang kerja Kakanwil Jl. Jen. Sudirman No 644 Kota Bandung .

“Ini menjadi kehormatan sekaligus tantangan bagi Jawa Barat karena dipercaya menjadi tuan rumah Harlah Pandu Ma’arif NU Nasional. Kami mohon doa dan dukungan agar kegiatan ini berjalan lancar,” ungkap Ketua Sako Pramuka Pandu Ma’arif NU Jawa Barat, Fitria Nur Rosyidah, S.S., M.Pd.

Fitri mengungkapkan bahwa pertemuan ini membahas dua agenda besar yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Agenda pertama adalah peringatan Hari Lahir (Harlah) Pandu Ma’arif NU Nasional yang akan dipusatkan di Jawa Barat pada 19 September 2025. Acara tersebut akan diisi dengan upacara bersama sekaligus pembinaan Pandu Pramuka, sebagaimana instruksi dari PBNU.

Agenda kedua adalah Kemah Internasional Kemanusiaan dan Perdamaian (Scouting for Peace and Humanity) Tahun 2025 yang akan diselenggarakan pada 21–26 Oktober 2025 di Pondok Pesantren An-Nur II, Bululawang, Malang, Jawa Timur. Kegiatan ini menargetkan sedikitnya 1.000 peserta dari Jawa Barat untuk turut berpartisipasi.

Kakanwil Kemenag Jabar, H. Dudu Rohman, mengapresiasi langkah Sako Pramuka Pandu Ma’arif NU yang terus menghadirkan kegiatan positif bagi generasi muda, khususnya di bidang pendidikan, kebangsaan, dan kemanusiaan.

“Pramuka adalah wadah pembinaan karakter. Kegiatan yang digagas Pandu Ma’arif NU ini sangat relevan dengan semangat Kementerian Agama dalam membangun moderasi beragama. Saya berharap Harlah dan kemah internasional ini menjadi momentum memperkuat ukhuwah, menumbuhkan kepedulian, serta menunjukkan peran nyata pramuka dalam menjaga kerukunan,” ujar Dudu.

Lebih lanjut, Kakanwil juga menekankan pentingnya kolaborasi.

“Keberhasilan kegiatan ini tidak hanya bergantung pada panitia, tetapi pada sinergi semua pihak. Mari bersama-sama kita jadikan Jawa Barat sebagai teladan dalam menyukseskan kegiatan Pandu Ma’arif NU yang membawa misi kemanusiaan dan perdamaian,” tambahnya