Sampah Menggunung di Pasar Caringin Bandung, Pengelola Berkilah Kabar Hoaks

KabarSunda.com- Sampah menjadi permasalahan yang pelik terlebih di lingkungan pasar, seperti Pasar Caringin Kota Bandung.

Akhir-akhir ini sampah Pasar Caringin diisukan kondisinya sudah menggunung bahkan viral di media sosial sehingga mengundang reaksi keras.

Terlebih Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan pihaknya tidak akan menangani lagi masalah sampah di Pasar Induk Caringin, Kota Bandung, menyusul beredarnya video di media sosial atas keluhan terkait tumpukan sampah di pasar tersebut.

Pihak Pemprov sudah memberikan arahan sejak awal dan mengambil langkah serta tindakan dengan membersihkan tumpukan sampah tersebut.

“Saya tak akan lagi menangani pasar tersebut karena saya sudah memberikan arahan sejak awal. Saya juga sudah mengambil tindakan dan selanjutnya harus diurus sendiri karena pemerintah tidak memiliki relevansi terhadap pengelolaan Pasar Caringin,” kata Dedi Mulyadi.

Sikapi Berita di Media Sosial

Menanggapi pemberitaan sampah Pasar Induk Caringin yang menggunung di media sosial, Kepala Pengelola Syarif Hidayat menepis kondisi tersebut.

Menurutnya pemberitaan itu perlu disikapi dan klarifikasi terkait pernyataan Gubernur dan pemberitaan tersebut.

“Sebenarnya fakta tidak seperti itu. Kami telah berupaya menangani sampah pasca pak Gubernur membantu kami dalam penyelesaian sampah yang menumpuk saat itu,” kata Syarif Hidayat, Rabu, 17 September 2025.

Dan setelah itu pihaknya telah melakukan berbagai upaya, yakni mengadakan teknologi permentasi dan komposting dengan memanfaatkan lahan milik Pemprov.

Namun dalam perjalanan trayel, tambah Syarif Hidayat yang akrab disapa Asep, mendapat penolakan dari masyarakat sekitar karena ada sejumlah masalah dari dampak proses penteknologian tersebut.

“Kemudian kita evaluasi dan menyimpulkan bahwa teknologi itu kurang tepat untuk mengolah sampah organik di Pasar Caringin ini. Dan dalam kurun waktu dalam melakukan evaluasi, kami berupaya bagaimana sampah yang tidak bisa terbuang ke Sarimukti untuk diolah menggunakan teknologi lebih canggih lagi agar tak berdampak ke masyarakat, ” ucapnya.