Sukses Atasi Macet, Bundaran Jati Cimahi Akan Disulap Jadi Ikon Kota Militer dengan Tugu Alutsista

KabarSunda.com- Kehadiran Bundaran Jati yang baru rampung dibangun tidak hanya sukses mengurai simpul kemacetan kronis di Kota Cimahi, tetapi juga disiapkan untuk menjadi wajah baru kota.

Pemerintah Kota Cimahi berencana menata ulang kawasan tersebut secara estetis, lengkap dengan tugu dan ornamen alutsista yang akan mempertegas identitas Cimahi sebagai kota militer.

Proyek ini menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur dapat berfungsi ganda: sebagai solusi fungsional sekaligus medium untuk memperkuat karakter sebuah kota.

Proyek senilai Rp2,24 miliar yang bersumber dari APBD Kota Cimahi Tahun 2025 ini langsung memberikan dampak positif.

Titik pertemuan Jalan Rd. Demang Hardjakusumah, Jalan Daeng Ardiwinata, dan Jalan Jati yang sebelumnya terkenal padat kini jauh lebih lancar, terutama pada jam sibuk.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Cimahi, M. Nur Effendi, membenarkan adanya perubahan signifikan.

“Pertigaan itu sebelumnya simpul kemacetan. Dengan adanya bundaran, arus lalu lintas lebih lancar,” jelasnya.

Setelah fungsi utamanya tercapai, fokus kini beralih pada penataan estetika. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi, Endang, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan rencana untuk mengubah bundaran ini menjadi sebuah ikon.

Sebuah tugu akan dibangun di bagian tengah, dipercantik dengan lanskap tanaman hias. Yang paling menarik, akan ada penambahan ornamen khas yang merepresentasikan jati diri Cimahi.

“Rencananya akan dipasang alutsista sebagai simbol Cimahi Kota Militer. Anggarannya akan dimasukkan dalam perubahan APBD,” ujar Endang. “

Detail penataan akan dilanjutkan pada tahun anggaran berikutnya, agar kawasan ini benar-benar menjadi wajah baru Cimahi,” tandasnya.

Meskipun lalu lintas membaik, beberapa pengendara masih menyuarakan perlunya fasilitas tambahan untuk mengatur perilaku berkendara.

“Kadang bingung kalau ada yang saling serobot. Harusnya ada lampu merah atau alat peraga lalu lintas biar jelas,” kata Djunaedi.

Menanggapi hal ini, M. Nur Effendi dari Dishub memastikan pihaknya akan menambah rambu dan penunjuk arah untuk memperjelas alur.

Namun, ia menegaskan bahwa pemasangan lampu lalu lintas (APILL) tidak termasuk dalam rencana. “Untuk APILL diputuskan tidak jadi dipasang,” ungkapnya.

Dengan tuntasnya pembangunan fungsional dan dimulainya perencanaan estetis, Bundaran Jati bertransformasi dari sekadar solusi kemacetan menjadi sebuah proyek identitas kota.

Langkah ini diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga menghadirkan kebanggaan baru bagi Kota Cimahi.