Pekerja Logistik Jabar Masih Rentan, Hanya 20 Persen Terlindungi Jamsostek

KabarSunda.com- Ribuan pekerja logistik di Jawa Barat setiap hari berjibaku dengan jalanan, bongkar muat barang, hingga risiko kecelakaan.

Akan tetapi, hanya 20 persen dari mereka yang baru terlindungi program Jamsostek.

Di balik laju perekonomian Jawa Barat yang terus tumbuh, ada keringat pekerja logistik yang memastikan distribusi barang tetap berjalan.

Mereka adalah pengemudi truk, kurir, hingga buruh bongkar muat yang bekerja dengan risiko tinggi, yakni kecelakaan lalu lintas, kelelahan, cedera, bahkan ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK).

Risiko itu diakui oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli. Ia menyebut pekerja logistik rentan terhadap kecelakaan lalu lintas, kelelahan, atau cedera.

Bahkan PHK, hingga meninggal dunia saat bongkar muat.

“Karena itu, sesuai UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional sangat penting mendorong pekerja di sektor logistik untuk menjadi peserta program Jamsostek agar mereka mendapatkan perlindungan, ” ujar Yassierli saat sosialisasi peningkatan cakupan kepesertaan program Jaminan Sosial Tenaga Kerja disiarkan Minggu,  21 September 2025.

Meski menjadi salah satu sektor vital, mayoritas pekerja logistik di Jawa Barat masih hidup tanpa jaminan sosial tenaga kerja.

Data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat hingga Agustus 2025, jumlah pekerja yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan hanya 5.033.108 orang. Dari angka itu, hanya sekitar 20 persen pekerja logistik yang terlindungi.

Padahal, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat Februari 2025, sektor pengangkutan justru mengalami lonjakan penyerapan tenaga kerja hingga 180.000 orang. Sektor ini menjadi salah satu penyumbang pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada kuartal I-2025.

Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial (PHI Jamsos) Kemnaker, Indah Anggoro Putri, memandang pekerja logistik harus segera mendapatkan perlindungan.

“Dengan demikian cakupan kepesertaan Jamsostek di Provinsi Jawa Barat hanya 20 persen sehingga dirasa belum optimal, ” katanya.

Pemerintah pun berkomitmen memperluas kepesertaan Jamsostek bagi para pekerja logistik. Harapannya, mereka tidak lagi harus menanggung risiko besar sendirian, dan bisa bekerja dengan rasa aman di tengah laju distribusi ekonomi yang kian padat.