Bupati KBB Jeje Ritchie Cabut Status KLB Keracunan Massal MBG, Program Tetap Jalan

Bupati Bandung Barat Ritchie Ismail.Ist

KabarSunda.com- Bupati Bandung Barat Ritchie Ismail resmi mencabut status Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan massal sekaligus menutup tiga dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai bermasalah. Keputusan ini diambil usai kasus keracunan yang melibatkan lebih dari seribu korban dalam beberapa hari terakhir.

Ketiga dapur masih ditutup sementara untuk kepentingan investigasi dan evaluasi menyeluruh bersama Badan Gizi Nasional (BGN),” kata Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail dalam keterangan resminya, Sabtu (27/9/2025).

Pencabutan status KLB dilakukan berdasarkan evaluasi Dinas Kesehatan dan Badan Gizi Nasional (BGN), yang menyatakan bahwa situasi telah terkendali. Angka kesembuhan pasien menunjukkan tren positif, dan tidak ada lonjakan baru dalam laporan medis.

Total korban keracunan tercatat sebanyak 1.315 orang, mayoritas merupakan pelajar dari jenjang SD hingga SMA di Kecamatan Cipongkor dan Cihampelas. Dari jumlah tersebut, 74 orang masih menjalani perawatan intensif.

Pasien dirawat di RSUD Cililin, Puskesmas Cihampelas, dan Posko Cipongkor. Sebagian besar menunjukkan tanda-tanda pemulihan dan diperkirakan akan pulang dalam beberapa hari ke depan.

Tiga dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga menjadi sumber keracunan telah ditutup sementara. Dapur tersebut berada di wilayah Cipongkor dan Cihampelas, dan kini dalam proses investigasi oleh BGN.

Jeje menegaskan bahwa penutupan dapur MBG bersifat sementara dan tidak memengaruhi kelanjutan program di dapur lain yang dinyatakan aman. “Program MBG tetap berjalan karena manfaatnya sangat besar bagi pelajar dan orang tua,” ujarnya.

Program MBG diketahui menjangkau lebih dari 200 ribu pelajar di KBB Menu harian disiapkan oleh dapur SPPG yang tersebar di berbagai kecamatan, dengan pengawasan gizi dari BGN.

Pemkab Bandung Barat akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi, pengawasan dapur, dan kualitas bahan makanan. Tujuannya adalah mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Jeje juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan orang tua dalam menjaga kualitas layanan MBG.

Dinas Kesehatan mengimbau agar sekolah melaporkan segera jika ada gejala keracunan di lingkungan siswa. Layanan hotline dan posko kesehatan tetap dibuka untuk antisipasi.

BGN menyatakan bahwa hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan dari dapur Cipongkor menunjukkan kontaminasi bakteri Staphylococcus aureus. Proses sterilisasi dan pelatihan ulang tenaga dapur akan dilakukan.

Sementara itu, beberapa sekolah yang terdampak telah kembali beraktivitas normal. Kegiatan belajar mengajar berjalan seperti biasa dengan pengawasan ketat terhadap konsumsi makanan siswa.

Jeje menyampaikan apresiasi kepada tenaga medis, relawan, dan masyarakat yang turut membantu penanganan KLB. Ia berharap insiden ini menjadi pelajaran penting dalam pengelolaan program sosial berskala besar.

Dengan pencabutan status KLB, Pemkab Bandung Barat berkomitmen memperkuat sistem pengawasan dan transparansi dalam pelaksanaan MBG. Program ini tetap menjadi prioritas dalam mendukung gizi pelajar dan meringankan beban keluarga.