KabarSunda.com- Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menanggapi kabar meninggalnya seorang calon praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang diduga terjadi saat menjalani masa pendidikan.
Prasetyo menyebut belum menerima laporan resmi dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian terkait peristiwa tersebut.
Pras akan segera mengkonfirmasi berita itu ke Kementerian Dalam Negeri. Sebab, kasus meninggalnya praja di IPDN bukan kali pertama terjadi dan perlu menjadi perhatian serius seluruh pihak untuk melakukan pembenahan di lingkungan lembaga pendidikan.
“Tapi sebagaimana selama ini kejadian-kejadian seperti itu kan sudah terjadi beberapa kali, dan itu sekali lagi menjadi salah satu pekerjaan rumah kita bersama-sama yang seharusnya di lembaga-lembaga pendidikan kita harus memperbaiki proses. Dan, ya apa namanya, kebiasaan-kebiasaan atau mungkin tradisi-tradisi mendidik yang kurang tepat. Itu harus kita perbaiki, tidak hanya di IPDN,” jelasnya.
Sementara seorang calon praja IPDN yang dikabarkan meninggal adalah Maulana Izzat Nurhadi, asal Maluku Utara. Ia meninggal dunia di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang pada Kamis malam, 9 Oktober 2025.
Saat kejadian, Maulana tengah mengikuti apel Pendidikan Dasar Mental dan Disiplin Calon Praja Pratama (Diksarmendispra) yang berlangsung dari 30 September hingga 14 Oktober 2025.
Wakil Rektor Bidang Administrasi IPDN, Arief M Edie mengungkapkan Maulana meninggal dunia diduga karena jatuh pingsan usai mengikuti apel pada malam hari. Namun belum diketahui penyebab pasti kematian capraja tersebut.
“Iya betul, meninggal dunia. Jatuh pingsan kemarin malam saat apel malam,” kata Arief dilansir Antara, Jumat, 10 Oktober 2025.











