KabarSunda.com- Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menjelaskan, ada 4 proyek pembangunan jalan tol dimana 2 proyek di anataranya ada di Jawa Barat, yang bakal segera dieksekusi mulai tahun ini agar bisa beroperasi tahun 2029.
Keempat rencana proyek tersebut meliputi ruas Sentul Selatan-Karawang Barat (Jawa Barat), Gedebage-Tasikmalaya (Jawa Barat),
Pejagan-Cilacap (Jawa Tengah), dan Gilimanuk-Mengwi (Bali).
“Tahun ini rencana ada empat (proyek jalan tol). Sentul Selatan-Karawang Barat, terus di Bali, terus Gedebage-Tasik, dan Pejagan-Cilacap, cuma semua memang masih proses due diligence (pemeriksaan dan analisis menyeluruh) ya,” kata Dody Hanggodo di Jakarta, dikutip dari Antara, Minggu, 16 November 2025.
Dody mengungkapkan, ruas Sentul Selatan-Karawang Barat dan Gedebage-Tasikmalaya berpotensi lebih cepat terealisasi karena memiliki daya tarik investasi dan tingkat lalu lintas (traffic) yang lebih tinggi.
“Mudah-mudahan sih tahun 2026 bisa kami selesaikan, dari empatnya mungkin dualah (ruas Sentul Selatan-Karawang Barat dan Gedebage-Tasikmalaya) bisa kita selesaikan,” katanya.
Lebih lanjut Dody menjelaskan, tidak semua proyek memiliki daya tarik yang sama bagi investor. Contohnya ruas Tol Gilimanuk-Mengwi yang masih minim peminat karena arus lalu lintas di kawasan tersebut relatif rendah.
“Yang saya tahu, (rencana proyek ruas tol) Gilimanuk-Mengwi itu nggak banyak investor yang tertarik karena ramai traffic bukan di
situ. Jadi, masih banyak diskusi (terkait rencana pembangunannya),” imbuhnya.
Selain fokus ke pembangunan fisik konstruksi jalan tol, Menteri PU juga menjelaskan, pemerintah melakukan diskusi intensif dengan kepala daerah untuk menentukan lokasi pintu keluar tol agar mampu mendorong pemerataan ekonomi di setiap wilayah.
Prabowo Tak Akan Hentikan Proyek Infrastruktur Baru
Bahwa pembangunan jalan tol yang sudah diencanakan akan dilanjutkan, ditegaskan oleh Presiden Prabowo pada acara Musyawarah Nasional Konsolidasi Persatuan Kadin Indonesia di Jakarta beberapa hari lalu.
Prabowo mengatakan, dirinya tidak akan menghentikan proyek infrastruktur baru. Tetapi, jelasnya, ia hanya mengubah skema pembangunan proyek infrastruktur yang sekarang akan didominasi oleh swasta tidak lagi oleh pemerintah.
“Saya akan memberikan peran yang lebih besar ke swasta. Ada yang bilang saya menghentikan proyek-proyek infrastruktur itu tidak benar. Saya merubah (pembangunan) infrastruktur sebagian besar swasta yang bangun,” ujarnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sekitar dua pekan lalu Pemerintahan Prabowo Subianto memasukkan jalan Tol Getaci ke dalam program proyek Strategis Nasional (PSN) 2025 bersama 50 proyek infrastrtur lainnya di Indonesia.
Lalu pemerintah melalui Kementerian PU menegaskan bahwa proyek Tol Getaci (untuk sampai Tasikmalaya) akan masuk proses lelang dilanjut pembangunan konstruksi tahun 2026 dan diagendakan mulai beroperasinal di 2029.
Pembangunan Tol Getaci Dibagi 2 Seksi
Dalam pelaksanaan pembangunannya, proyek jalan Tol Getaci segmen Gedebage-Tasikmalaya dibagi ke dalam 2 seksi yaitu:
- Seksi 1 Gedebage – Garut Utara (45,20 km)
- Seksi 2 Garut Utara – Tasikmalaya (50,32 km)
Informasi tambahan, Jalan Tol Getaci yang merupakan bagian dari proyek besar Jalan Tol Trans Jawa Selatan nantinya akan terkoneksi secara bertahap hingga Yogyakarta.
Selain itu, telah direncakan pula akan dibangun jalan Tol Cilacap-Pejagan yang menyambungkan Tol Getaci wilayah Selatan Jawa dengan Utara Jawa.











