Insiden tersebut menimpa sejumlah mahasiswa yang tengah berlatih drama untuk praktikum mata kuliah di Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP.
Berdasarkan proses evakuasi yang dilakukan pihak kampus, sebanyak 18 mahasiswa terdampak. Satu mahasiswa mengalami luka berat dan langsung dirujuk ke RSUD Kota Tasikmalaya untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Enam mahasiswa mengalami luka-luka dan dibawa ke RS TMC, sementara 11 mahasiswa lain yang mengalami trauma dan luka ringan ditangani di Klinik Universitas Siliwangi. Seluruh korban telah diperbolehkan pulang.
Rektor Universitas Siliwangi, Nundang Busaeri menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut. Ia juga memohon maaf kepada seluruh mahasiswa dan keluarga yang terdampak.
“Kami berkomitmen penuh memastikan keselamatan dan perlindungan mahasiswa. Seluruh korban telah mendapatkan layanan medis sesuai standar kegawatdaruratan, dan pembiayaan perawatan sepenuhnya menjadi tanggung jawab Universitas Siliwangi,” ujar Nundang dalam keterangan medianya, Senin, 17 November 2025.
Dikatakan, untuk mencegah kejadian serupa, Unsil telah menugaskan tim teknis dan unit terkait melakukan evaluasi struktural serta pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh fasilitas outdoor di lingkungan kampus.
“Hasil evaluasi itu akan menjadi dasar perbaikan, revitalisasi fasilitas, dan penyusunan kebijakan mitigasi risiko yang lebih komprehensif,” katanya.
Selain itu, ia melanjutkan, Unsil juga berkomitmen menjaga lingkungan kampus yang aman dan layak bagi kegiatan akademik. Pihak kampus memastikan akan memberikan informasi berkala mengenai perkembangan kondisi para mahasiswa terdampak maupun tindak lanjut hasil evaluasi.











