PTDI Akan Modernisasi 9 Hercules TNI AU Senilai Rp 150 Miliar

KabarSunda.com- PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menerima satu unit pesawat C-130 Hercules milik TNI Angkatan Udara di hanggar Aircraft Services (ACS) PTDI, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Rabu, 26 November 2025.

Pesawat angkut militer turboprop empat sayap tinggi itu akan dimodernisasi oleh PTDI.

Total ada sembilan pesawat Hercules milik TNI AU yang akan dimodernisasi, tapi proses itu dilakukan bertahap. Unit pertama pesawat Hercules sudah mangkal di hanggar ACS PTDI dan akan segera dilakukan modernisasi.

Proses modernisasi itu mencakup penggantian bagian tengah kotak sayap dan meningkatkan sistem avionik pesawat seperti mengganti kokpit analog dengan sistem digital serta memperbarui sistem navigasi, komunikasi, dan kontrol penerbangan.

“Kalau secara kontraktual kami menerima sembilan pesawat, nanti untuk workshop-nya sendiri mencakup center wing box replacement dan avionic upgrade program jadi pelaksanaannya seperti itu,” kata Direktur Niaga, Teknologi, dan Pengembangan PTDI Mohammad Arif Faisal di Hanggar ACS PTDI, Rabu.

Faisal mengatakan sudah jauh-jauh hari mempersiapkan personel dan peralatan yang dibutuhkan untuk proses modernisasi pesawat Hercules itu. Dalam proses modernisasi itu, PTDI juga bekerja sama dengan Komando Pemeliharaan Materiil Angkatan Udara (Koharmatau).

“Ini pengalaman pertama kami, kami juga di-support oleh partner-partner termasuk dari TNI AU, Koharmatau, sehingga dengan pengalaman yang kami miliki sebelumnya, walaupun bukan dari pesawat C-130, kami bisa jawab tantangan-tantangan (modernisasi pesawat) tersebut,” katanya.

Kepala Kelompok Staf Ahli (Kapoksahli) Koharmatau Kolonel Teknik Arif Djoko Nugroho mengatakan target modernisasi untuk setiap unit pesawat Hercules itu bisa rampung dalam waktu enam bulan.

Menurut dia, usia pakai pesawat Hercules itu sudah habis, sehingga modernisasi itu diharapkan bisa menambah usia pakai pesawat Hercules.

“Pesawat Hercules ini kan sudah habis usia pakainya sehingga nanti setelah dilaksanakan penggantian CWB itu diharapkan dia mempunyai life time atau perpanjangan usia hingga 15 tahun atau 25 ribu jam terbang,” ujar Arif.

Arif mengatakan TNI AU menganggarkan biaya untuk proses modernisasi pesawat itu senilai Rp 150 miliar untuk sembilan unit pesawat C-130 Hercules.

Menurut dia, kesembilan pesawat C-130 Hercules itu diterima TNI AU pada 1981 dan usia center wing box-nya sudah mendekati 45 ribu jam terbang sehingga harus segera diganti. Harapannya, setelah proses penggantian CWB, usia pakai pesawat itu bisa bertambah 15 tahun.

“Pesawat ini digunakan untuk bantuan kemanusiaan, terutama untuk bencana alam gempa bumi maupun untuk melaksanakan bantuan kemanusiaan di luar Indonesia, termasuk di Gaza juga,” ujarnya.