Jajaki Ekspor Drone,  PTDI Gandeng Frogs Indonesia 

KabarSunda.com- PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan PT Inovasi Solusi Transportasi Indonesia (Frogs Indonesia) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang produksi dan pemasaran drone untuk pasar ekspor.

Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh Direktur Niaga, Teknologi, dan Pengembangan PTDI Moh. Arif Faisal dan Direktur Frogs Indonesia Asro Nasiri, dan disaksikan oleh Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan di booth PTDI di sela ajang Singapore Airshow 2026 Singapura, Rabu, 4 Februari 2026.

“Kerja sama ini merupakan langkah strategis PTDI dalam memperluas kapabilitas sistem udara nirawak, khususnya pada aspek pengembangan platform, integrasi sistem, dan kesiapan manufaktur untuk pasar global,” kata Moh. Arif Faisal dalam siaran pers, Rabu, 4 Februari 2026.

Frogs Indonesia merupakan perusahaan yang fokus pada bidang pengembangan dan manufaktur teknologi drone, khususnya sektor pertanian (sprayer), pemetaan udara, pengawasan kargo, hingga drone penumpang.

Sementara PTDI memiliki pengalaman dalam pengembangan platform udara nirawak (drone) untuk berbagai aplikasi.

Dengan MoU tersebut PTDI dan Frogs Indonesia menyepakati kegiatan pemasaran dan promosi bersama produk drone untuk pasar luar negeri, joint manufacturing, transfer teknologi, serta riset dan pengembangan untuk peningkatan kinerja dan kemampuan sistem drone.

Kolaborasi tersebut juga mencakup eksplorasi kapabilitas kedua pihak. PTDI, misalnya, berperan dalam penguatan pengembangan sistem, pemanfaatan fasilitas manufaktur, serta dukungan jejaring pemasaran internasional.

“Melalui kolaborasi ini, PTDI mendorong pengembangan drone yang tidak hanya unggul secara aeronautika, tetapi juga andal dari sisi performa sistem, fleksibilitas misi, serta kesiapan untuk berbagai kebutuhan operasional, termasuk pengawasan, pemetaan, dan dukungan misi non-tempur. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian industri drone nasional sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional,” kata Faisal.

PTDI sebelumnya telah mengembangkan sejumlah platform Unmanned Aircraft System (UAS), di antaranya UAS Wulung dan Unmanned Combat Aerial Vehicle (UCAV) MALE Elang Hitam.

Di hari yang sama, PTDI juga menandatangani Purchase Agreement (PA) dengan ShinMaywa Industries, perusahaan dirgantara asal Jepang yang dikenal sebagai produsen komponen aerostructure dengan kapabilitas engineering dan manufaktur berstandar Original Equipment Manufacturer (OEM) global.

Penandatanganan PA tersebut dilakukan oleh Faisal, mewakili PTDI, dengan President Aircraft Division ShinMaywa Industries Hideyuki Mochida, disaksikan oleh Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan.

Dalam PA tersebut, PTDI akan berperan sebagai global supply chain dalam program manufacturing part pesawat jet bisnis kelas long-range seperti Boeing, Airbus dan Bombadier dengan memproduksi sejumlah komponen aerostructure berdimensi besar

PTDI berpartisipasi dalam ajang Singapore Airshow 2026 yang diselenggarakan tanggal 3-8 Februari 2026 dengan menampilkan beragam produk unggulannya, di antaranya menampilkan pesawat CN235-220 Anti-Submarine Warfare (ASW), N219 Maritime Surveilllance Aircraft (MSA), Unmanned Combat Aerial Vehicle (UCAV) MALE Elang Hitam, serta roket FFAR 70mm.

Pesawat CN235-220M ASW merupakan pesawat dengan platform patroli maritim modern yang dirancang memperkuat Maritime Domain Awareness (MDA) dan kapabilitas pertahanan laut dengan dibekali Mission Integration and Management System (MIMS) Airborne dari Syctalys, perusahaan pengembangan software dan integrasi sistem dari Yunani.

Pesawat kolaborasi PTDI dan Syctalys ini dilengkapi sistem sensor dan subsistem canggih, di antaranya radar pengawasan maritim dan sistem pertahanan diri berupa chaff & flare.