Hujan Deras di Kabupaten Bandung, 2 Mobil Hanyut dan Sejumlah Rumah Roboh  

KabarSunda.com- Bencana alam melanda wilayah Kabupaten Bandung pada Senin, 1 Desember 2025.

Bencana disebabkan karena intensitas hujan yang cukup tinggi di daerah tersebut.

Setidaknya ada enam kejadian bencana di sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung.

Peristiwa tersebut meliputi rumah roboh, angin kencang, pohon tumbang, hingga benteng jebol yang menyebabkan dua mobil warga hanyut terbawa arus.

“Curah hujan yang cukup tinggi dalam 24 jam terakhir memicu beberapa kejadian di sejumlah kecamatan. Kami sudah menerjunkan personel untuk penanganan cepat dan memastikan kebutuhan darurat masyarakat terpenuhi,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung, Wahyudin dalam keterangan resminya.

Insiden pertama terjadi pukul 00.15 WIB di Kampung Cihamplas, Desa Sukamantri, Kecamatan Paseh. Sebuah rumah milik dua keluarga roboh akibat kondisi bangunan yang lapuk dan terpapar hujan deras. Keluarga Bapak Maman (4 jiwa) dan Bapak Dede (1 jiwa) mengungsi ke rumah keluarga terdekat.

BPBD menyalurkan bantuan darurat berupa terpal, makanan siap saji, tikar, dan selimut.

Wahyudin menyebutkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk pendataan dan penanganan lanjutan.

Sekitar pukul 15.30 WIB, angin kencang menerjang Desa Rancatungku dan Desa Bojongkunci, Kecamatan Pameungpeuk.

Dua rumah milik warga, masing-masing milik Bapak Dadang dan Bapak Hengki Hernawan mengalami kerusakan.

Sementara di Bojongkunci, bagian atap rumah milik Bapak Cece tersapu angin.

BPBD menyalurkan bantuan berupa terpal, sembako, selimut, serta alat kebersihan. Para keluarga terdampak untuk sementara ditampung di rumah kerabat.

Kejadian paling signifikan terjadi di Kampung Cicukang, Desa Mekarrahayu, Kecamatan Margaasih, ketika benteng GOR Merdeka jebol akibat naiknya debit air. Air deras menghantam pemukiman dan menyeret dua mobil warga.

“Kondisi tembok GOR masih terbuka. Kami sudah merekomendasikan penanganan segera kepada dinas terkait karena membahayakan rumah warga jika terjadi hujan susulan,” kata Wahyudin.

BPBD menilai diperlukan mobil crane untuk mengangkat kendaraan yang hanyut serta melakukan perbaikan struktur benteng.

Di Kecamatan Katapang, dua pohon tumbang akibat hujan dan angin kencang. Salah satu pohon menimpa rumah milik Bapak Lili (5 jiwa). BPBD menurunkan peralatan darurat dan menyalurkan matras, terpal, serta makanan siap saji.

Di Ciwidey, dinding ruang tamu rumah milik Bapak Amir Saripudin ambruk. Tim BPBD telah melakukan pengecekan awal dan menjadwalkan pembersihan serta evaluasi pada hari berikutnya.

Wahyudin menegaskan bahwa seluruh wilayah Kabupaten Bandung saat ini berada pada fase peningkatan risiko bencana hidrometeorologi.

“Kami mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan angin kencang, banjir, dan longsor. Jika ada tanda-tanda bahaya, segera laporkan kepada aparat desa atau langsung ke BPBD,” tegasnya.

BPBD bersama Satpol PP, Linmas, Babinsa, relawan, dan perangkat desa telah dikerahkan untuk penanganan di enam lokasi terdampak.