Dedi menyampaikan, bantuan nantinya akan dibeli langsung di wilayah Padang, kemudian akan disaluran ke beberapa titik yang sangat membutuhkan. Hal ini dilakukan agar bantuan diberikan tepat sasaran kepada para korban yang terdampak.
“Kan tadinya mau dari Pidi, dari Aceh atau dari Sumatra Utara, tetapi pertimbangannya barangnya di sana sudah tidak terlalu banyak dan harganya mahal. Sehingga, nanti kami putuskan kami akan belanjanya di Sumatra Barat, di Padang,” tuturnya.
Urusan transportasi, Dedi membeberkan alasan menggunakan pesawat Susi Air. Dia mengatakan, hal ini dipilih untuk konektivitas dan juga membawa beberapa barang yang akan diberikan langsung kepada wilayah yang sulit dijangkau lewat darat.
“Kemudian dua pesawat Susi Air sudah saya charter. Jadi nanti pesawat Susi Air itu akan mengantarkan barang-barang yang berasal dari bantuan eman-teman saya dan teman-teman di Jawa Barat untuk dikirimkan ke daerah-daerah yang susah dijangkau dan bahkan belum bisa dijangkau,” katanya.
Bantuan yang akan diberikan ini tidak sepenuhnya dari uang pribadinya, melainkan ada dari pihak swasta juga BUMD milik Pemprov Jabar. Dedi mengungkapkan, total sampai saat ini yang sudah terkumpul adalah sebesar Rp7 miliar.
“Dan hari ini kita sudah mengumpulkan uang senilai Rp7 miliar. (Sumbernya) Banyak lah dari KADIN, dari Apindo, kemudian dari Korpri, kemudian dari Baznas, kemudian dari BJB dan dari saya pribadi,” tuturnya.
Dedi menambahkan, proses pemberian bantuan dan juga pendataan langsung terhadap warga Jabar yang terdampak bencana di Sumatra, bisa sampai dua hari lebih.
“Tergantung situasinya. Kalau situasinya harus ditungguin, harus terus mobilisasi, ya mungkin bisa dua sampai tiga hari. Tapi kalau sudah lancar sistemnya, barangnya sudah tersedia, nanti tinggal ngirim-ngirimin ya saya cukup dua hari,” kata Dedi.