Alim Setiawan Slamet Jabat Rektor IPB

KabarSunda.com- MAJELIS Wali Amanah (MWA) IPB University memilih dan menetapkan Alim Setiawan Slamet sebagai Rektor IPB University menggantikan rektor sebelumnya Arief Satria yang ditunjuk Presiden Prabowo menjadi Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Keputusan penetapan Rektor IPB University Pengganti Antar Waktu (PAW) periode 2025–2028 ini ditetapkan melalui sidang paripurna tertutup MWA beranggotakan 17 orang yang berlangsung di Ruang MWA Gedung Kampus IPB Baranangsiang, Jumat petang, 5 Desember 2025.

“Keputusan penetapan Doktor Alim Setiawan Slamet sebagai Rektor IPB ini melalui hasil musyawarah mufakat dari MWA yang beranggotakan 17 orang,“ ujar Ketua MWA IPB University Hardinsyah dalam keterangan persnya, Jumat.

Herdiansyah mengatakan pemilihan dan penetapan serta pemberhentian rektor IPB ini merupakan tugas dan fungsi yang harus dijalankan oleh MWA, yang dijamin dalam suatu Peraturan Pemerintah Statuta IPB.

“Kemudian juga diatur dalam Peraturan MWA dan Senat tentang tata cara pemilihan dan penetapan rektor,” kata dia.

Menurutnya, pemilhan dan penetapan rektor PB ini bukan bersifat regular dan ini merupakan penetapan rektor bersifat pergantian antar waktu (PAW) karena dalam peraturan MWA pemilihan dan penetapan rektor dilakukan berdasarkan dua hal, yakni pemilihan dilakukan berkala atau berdasarkan periode jabatan, yakni selama lima tahun dan penetapan PAW rektor.

“Saat ini proses pemilihan itu berdasarkan PAW karena rektor sebelumnya, yakni Prof. Arif Satria yang dilantik pada tahun 2023, harusnya selesai pada tahun 2028, dilantik oleh Presiden Prabowo sebagai Kepala BRIN, sehingga beliau berhalangan tetap,” kata dia.

Herdiansyah mengatakan Alim Slamet terpilih dari tiga calon yang merupakan wakil rektor. Di IPB University ada empat wakil rektor, namun persyaratan rektor salah satunya adalah yang menjadi calon belum berusia 60 tahun. “Jadi ada salah satu wakil rektor yang usianya telah lewat 60 tahun, Pak Ernan Rustandi, sehingga tidak memenuhi syarat. Tapi saat ini beliau sebagai Plh Rektor,” ujarnya.

Menurutnya, sebelumnya ada usul presidium. “Tapi aturan kami tidak ada istilah presidium, tidak ada pimpinan bersama, jadi hasil musyawarah mufakat kami pilih Pak Alim,” ujarnya.

Sekretaris MWA IPB University Rinekso Soekmadi mengatakan pemilihan rektor pengganti antar waktu itu berbeda dengan reguler.

Untuk reguler, dimulai dengan penjaringan awal dan umum boleh mendaftar.  Umum berarti boleh dari dosen, bahkan bisa dari luar IPB jika memungkinkan.

Namun, pergantian rektor antar waktu hanya mencalonkan dari wakil rektor, sehingga hanya empat wakil rektor saja yang boleh dicalonkan sebagai calon rektor PAW. PAW akan menyelesaikan masa tugas rektor sebelumnya.

“Jadi rektor sebelumnya harus selesai tahun 2028, maka rektor pengganti antar waktu itu juga akan selesai di tahun itu, tepatnya pada 17 Januari 2028,” ungkapnya.

Sementara itu, Alim Setiawan Slamet mengatakan selama jabatanya dia akan meneruskan hal-hal yang telah dilakukan oleh rektor sebelumnya untuk membangun IPB menjadi kampus yang terus bernovasi, riset dan melahirkan lulusan yang siap pakai dan inovatif.

“Yang pertama, bagaimana semua perguruan tinggi bisa mengutamakan mutu karena tugas perguruan tinggi adalah menghasilkan inovasi dan SDM yang unggul serta memiliki employability tinggi,” katanya

Dia menjanjikan IPB akan menjadi ruang yang ramah bagi semua kalangan, menghapus stigma eksklusivitas, dan membuka kolaborasi luas. “Kita harus memperluas akses tanpa diskriminasi, lebih ramah sosial, dan memperkuat multi-stakeholders engagement,” tegasnya.

Alim meminta agar riset kampus tidak berakhir di laci perpustakaan, dan relevansi menjadi kunci dimensi ketiga. Dia juga menekankan pentingnya link and match antara dunia akademik dan agenda pembangunan nasional, khususnya di sektor pangan dan maritim yang menjadi DNA IPB.

“Setiap inovasi dan hasil riset harus relevan dengan program nasional Asta Cita pemerintah, relevan dengan agromaritim sebagai core competence IPB University, serta link and match dengan kebutuhan masyarakat dan industri,” tuturnya.