Pemkab Bandung Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor

KabarSunda.com- Pemerintah Kabupaten Bandung resmi menetapkan status tanggap darurat menyusul banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah sejak Kamis, 4 Desember 2025.

Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Bupati Bandung Nomor 300.2.1/KEP.731-BPBD/2025.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Wahyudin menjelaskan, status tanggap darurat diberlakukan setelah bencana terjadi secara hampir bersamaan di belasan kecamatan.

“Bupati menetapkan status tanggap darurat bencana. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana lanjutan,” ujarnya pada Sabtu, 6 Desember 2025.

Menurut Wahyudin, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung memprediksi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga akhir pekan ini.

“Intensitas hujan diperkirakan berada pada level sedang hingga sangat lebat, terutama di wilayah Bandung Raya,” tambahnya.

Belasan Kecamatan Terdampak

Hujan deras yang mengguyur sejak Kamis sore menyebabkan banjir dan longsor di 14 kecamatan.

Ribuan rumah penduduk terendam, sementara sebagian lainnya rusak tertimbun material longsor pada 3 dan 4 Desember 2025.

Di Kecamatan Pangalengan, longsor terjadi di Kampung Pasirmulya, menimbun dua rumah warga.

Peristiwa serupa juga terjadi di Kampung Pasirkaliki, Desa Panyirapan, Kecamatan Soreang, yang mengakibatkan dua rumah tertutup material longsor. Di kawasan yang sama, banjir merendam permukiman.

Kecamatan Soreang mencatat longsor di Kampung Cimonce, Desa Sukajadi, yang merusak dinding rumah warga.

Banjir juga terjadi di Kampung Jelekong, Kampung Pasirkaliki, Kampung Cipendeuy, serta permukiman di Desa Cingcin.

Di Kecamatan Bojongsoang, ratusan rumah di Kampung Cijagra terendam banjir. Sementara di Kecamatan Cangkuang, longsor di Kampung Kawung Luwuk dan Leweung Datar menyebabkan lima rumah terdampak.

Banjir Meluas di Bantaran Citarum

Di Kecamatan Dayeuhkolot, banjir kembali melanda Kampung Cibedug Hilir, Kampung Cibedug Girang, Kampung Bojongasih, dan Desa Citereup.

Ribuan rumah di wilayah tersebut terendam seiring meningkatnya debit air Sungai Citarum.

Longsor juga terjadi di Desa Mekarsari, Kecamatan Cimaung, yang menyebabkan sedikitnya belasan rumah terdampak. Kondisi serupa tercatat di Kecamatan Pasirjambu.

Sementara itu, banjir terjadi di Kampung Babakan, Desa Margahayu, Kecamatan Margaasih. Di Kecamatan Katapang, banjir merendam Kampung Sukamukti.

Longsor dilaporkan terjadi di Kampung Puncak Mulya, Desa Cihawuk, Kecamatan Kertasari.

Banjir melanda Kecamatan Pameungpeuk, sementara longsor dilaporkan di Kecamatan Ciwidey, yang berdampak pada belasan rumah.

Baleendah Terisolasi Akses

Kecamatan Baleendah menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak. Ribuan rumah terendam banjir, dan beberapa ruas jalan tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat akibat tingginya genangan.

BPBD Kabupaten Bandung menyatakan bahwa upaya penanganan darurat terus dilakukan, terutama di wilayah yang aksesnya terganggu.

Petugas mendirikan posko bantuan dan mengoordinasikan distribusi logistik bagi warga terdampak.