9 Kecamatan Dilanda Banjir dan Longsor, Pemkab Bandung Belum Tetapkan Status Tanggap Darurat

KabarSunda.com- Status tanggap darurat belum ditetapkan pemerintah meski sejumlah bencana alam terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung, Jumat, 5 Desember 2025.

Padahal dari 31 kecamatan di Kabupaten Bandung, tercatat ada sembilan kecamatan yang teridentifikasi mengalami bencana alam banjir dan longsor. Di mana, kecamatan itu hingga saat ini masih terdampak.

Sekda Kabupaten Bandung, Cakra Amiyana mengungkapakan, saat ini pihaknya sedang melakukan rapat pembahasan mengenai penanganan bencana, termasuk penentuan status tanggap darurat atau tidak.

“Kami hari ini akan melakukan rapat terlebih dahulu terkait penentuan tindak lanjut, dengan Forkopimda dan aparat lainnya,” ujarnya saat ditemu di Kantor Desa Bojong Asih, Dayeuhkolot pada Jumat, 5 Desember 2025.

Lebih lanjut, Cakra menuturkan, pihaknya saat ini sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah memegangi bencana yang terjadi. Di mana hasilnya, ada sembilan kecamatan yang terkena dampak bencana.

“Beberapa titik longsor terjadi, di Pangalengan, Cangkuang, Soreang, serta Cimaung. Sementara banjir ada di Soreang, Katapang, Bojongsoang, Dayeuhkolot, Baleendah, serta Margaasih,” katanya.

Saat ditanya mengenai penangan bencana banjir, Cakra menjelaskan bahwa pihaknya saat ini telah menyiapkan delapan pompa air, terutama untuk daerah di Kecamatan Dayeuhkolot.

“Namun pimpa baru bisa difungsikan setelah muka air Sungai Citarum, khususnya di aliran Cikarum, turun terlebih dahulu. Jika sudah ada perbedaan ketinggian, barulah pompa dapat bekerja optimal untuk menyedot air dan mengalirkannya ke sungai,” ucapnya.

Sedangkan untuk penanganan bencana longsor, kata Cakra, proses evakuasi warga saat ini sudah dilakukan. Bahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung telah menyiapkan dapur umum.

“Sejumlah titik sedang kami siapkan tenda-tenda pengungsian. Dapur umum dari Dinsos juga telah disiagakan. BPBD menurunkan perahu, ditambah perahu milik para camat yang sudah dioperasikan,” ujarnya.

Meskipun begitu, menurut Cakra, peristiwa banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten Bandung, belum dilaporkan ada korban jiwa. Di mana untuk saat ini juga proses pemberian bantuan sedang berjalan.

“Alhamdulillah penanganan berjalan bersama melalui sinergi dan kolaborasi. Baik longsor, lokasi banjir, jumlah korban, kebutuhan mendesak, dan share location kepada Pak Kalak BPBD,” katanya.