Kampung Arjasari Masih Berpotensi Longsor, Badan Geologi Minta Warga Mengungsi

KabarSunda.com- Warga yang tinggal di sekitar lokasi longsor di Kampung Condong, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, diminta segera mengungsi ke tempat lebih aman.

Imbauan tersebut dikeluarkan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyusul potensi terjadinya longsor susulan akibat curah hujan yang masih tinggi.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria menyatakan, kawasan tersebut masih dalam kondisi labil dan berisiko mengalami gerakan tanah lanjutan.

“Mengingat curah hujan yang masih tinggi dan untuk menghindari jatuhnya korban jiwa serta kerugian harta benda yang lebih besar, masyarakat diminta segera menjauhi area rawan dan mengungsi ke lokasi yang lebih aman,” ujar Lana dalam keterangannya, Senin, 8 Desember 2025.

Lana juga mengingatkan tim gabungan pencarian dan pertolongan (SAR) agar mengutamakan keselamatan personel.

Ia menekankan agar petugas menghentikan pencarian saat hujan deras maupun sesaat setelahnya, karena lereng di sekitar lokasi masih berpotensi longsor.

Untuk rumah-rumah yang rusak berat akibat tertimbun material longsor, Badan Geologi merekomendasikan relokasi permanen ke wilayah yang dinilai aman dari ancaman gerakan tanah.

Pemda Diminta Pasang Rambu Peringatan

Lebih lanjut, pemerintah daerah didorong untuk memasang rambu-rambu peringatan rawan longsor dan menyiapkan jalur evakuasi di sekitar lokasi terdampak.

“Patuhi seluruh arahan petugas dan lakukan pemantauan rutin agar potensi gerakan tanah dapat terdeteksi lebih dini,” kata Lana.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat per 6 Desember 2025 pukul 13.00 WIB, bencana longsor di kawasan Arjasari mengakibatkan lima rumah rusak berat dan sekitar 100 rumah terdampak.

Tiga warga dilaporkan masih tertimbun, satu orang luka-luka, dan sekitar 400 warga terpaksa mengungsi.

Longsor tersebut diperkirakan merupakan jenis longsoran rotasional yang terjadi akibat kondisi geologi lereng yang curam, tanah pelapukan yang bersifat gembur, serta drainase permukaan yang kurang baik.

Hujan deras dengan durasi panjang memperparah kondisi tanah sehingga mudah runtuh.

“Pada zona ini, gerakan tanah dapat terjadi terutama di lereng yang berbatasan dengan lembah sungai, tebing jalan, atau wilayah gawir,” ujar Lana.

Proses pencarian masih berlangsung setelah longsor melanda Kampung Condong pada Jumat (5 Desember 2025) akibat hujan deras. Empat rumah tertimbun material longsor.

Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat menyatakan, proses pendataan masih terus dilakukan BPBD Kabupaten Bandung.

“Tim masih melakukan asesmen di lapangan, data terus diperbarui,” ujarnya.

Kapolsek Pameungpeuk, Ajun Komisaris Asep Dedi, melaporkan bahwa satu korban, Ramdan (15), berhasil diselamatkan dan mengalami luka di bagian kepala. Saat ini, korban dirawat di RS Nambo.

“Sementara tiga korban lainnya, Aisyah (70), Citra (19), dan Alfa (15) masih dalam pencarian,” kata Asep.

Ia menjelaskan, longsor terjadi di lereng Gunung Sinapeul dengan ketinggian sekitar 80 meter, di mana curah hujan tinggi diduga kuat menjadi pemicu runtuhnya lereng yang menimpa permukiman warga.

Sekitar 100 kepala keluarga telah dievakuasi dari zona rawan untuk mengantisipasi longsor susulan.