KabarSunda.com- Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, meresmikan Musholla Ar-Rahmat yang berlokasi di Kompleks Pendopo Kabupaten Kuningan pada Selasa (20/1/2024).
Peresmian ditandai dengan gunting pita oleh Bupati, disaksikan Wakil Bupati, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, tokoh agama, ulama, serta tamu undangan.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa kehadiran Mushola Ar-Rahmat bukan sekadar menambah fasilitas fisik di lingkungan Pendopo, melainkan menjadi simbol penguatan nilai-nilai spiritual dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
“Ini bukan hanya bangunan dari batu dan semen, tetapi manifestasi doa, keikhlasan, dan kepedulian. Musala ini menjadi pengingat bahwa setiap langkah kita sebagai pemimpin dan aparatur negara harus dilandasi iman, akhlak, dan tanggung jawab moral kepada Allah SWT,” ujar Bupati dengan penuh khidmat.
Ia mengungkapkan bahwa pembangunan musholla ini berawal dari kepedulian seorang dermawan, Haji Eka, yang prihatin terhadap keterbatasan akses tempat salat di area Pendopo.
Dari niat sederhana tersebut, lahirlah Musala Ar-Rahmat yang kini berdiri megah dan nyaman bagi para ASN, tamu, serta masyarakat yang berkunjung ke Pendopo.
Bupati juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Haji Eka atas kontribusinya yang konsisten bagi masyarakat Kuningan, mulai dari bantuan rumah tidak layak huni (rutilahu) hingga pemberangkatan umrah bagi warga kurang mampu—semuanya dilakukan dengan tulus tanpa mencari sorotan publik.
Bupati menjelaskan bahwa penamaan “Ar-Rahmat” lahir dari diskusi bersama para ulama dan tokoh agama setempat. Menurutnya, nama tersebut mengandung pesan mendalam bahwa musala harus menjadi ruang pembinaan spiritual, tempat memperbaiki diri, mempererat ukhuwah, serta menumbuhkan kasih sayang antarsesama.
Menariknya, peresmian Musala Ar-Rahmat bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-58 pada 20 Januari. Ia memaknai momen ini sebagai refleksi bahwa kepemimpinan harus semakin matang, bijaksana, dan berorientasi pada kebermanfaatan.
“Semoga Musala Ar-Rahmat menjadi pengingat bagi seluruh ASN di lingkungan Pendopo: bekerja bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi juga sebagai ibadah yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT,” tegasnya.
Sebelumnya, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Kuningan, Emup Muplihudin, S.Pd, melaporkan bahwa pembangunan musala dilandasi tiga hal utama: komitmen pemerintah daerah dalam penguatan nilai keagamaan, kebutuhan sarana ibadah yang layak di lingkungan Pendopo, serta kepedulian seorang dermawan yang sepenuhnya membiayai pembangunan.
Acara juga dirangkai dengan pemberian santunan kepada 58 anak yatim dan dhuafa—diserahkan secara simbolis kepada lima anak—serta siraman rohani oleh Syekh Akbar Muhammad Fathurrahman.
Peresmian ditutup dengan doa bersama dan tausiah yang menekankan pentingnya keikhlasan dalam beramal serta memakmurkan rumah Allah.













