Capaian Investasi Sumedang 2025 Tembus Rp5,6 Triliun

Kabupaten Sumedang Salah Satu Daerah Stategis di Kawasan Rebana Metropolitan

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir,bersama Kepala BP Kawasan Rebana,Helmy Yahya.Dok-Diskominfosanditik Sumedang.

KabarSunda.com- Capaian investasi Sumedang tahun 2025 mencapai  Rp.5,6 triliun. Realisasi ivestasi itu berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) Rp 621,39 miliar dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp 6,01 triliun.

Capaian tersebut menempatkan Sumedang sebagai salah satu daerah strategis di Kawasan Rebana Metropolitan, berkontribusi signifikan terhadap total realisasi investasi kawasan yang mencapai Rp.36,67 triliun.

“Dengan capaian investasi itu bisa menyerap tenaga kerja sebanyak 5.876 orang,” kata Bupati Dony Ahmad Munir, Rabu 21 Januari 2026.

Menurutnya, capaian investasi tersebut merupakan buah dari kerja kolaboratif seluruh pemangku kepentingan serta komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang ramah dan berkelanjutan.

“Capaian investasi ini tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja,” ujar Dony.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari pembangunan infrastruktur strategis, terutama kehadiran Tol Cisumdawu yang semakin membuka akses Sumedang ke pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, termasuk Bandara Kertajati.

“Kami terus berupaya memberikan kemudahan perizinan, kepastian regulasi, serta pelayanan yang cepat dan transparan kepada para investor. Prinsipnya, investasi harus tumbuh, lapangan kerja bertambah, dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” tegasnya.

Dony menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sumedang akan terus mendorong investasi yang berkualitas, berorientasi pada keberlanjutan, ramah lingkungan, serta selaras dengan potensi dan kearifan lokal daerah.

Dengan tren investasi yang terus meningkat, Bupati Dony optimistis Sumedang mampu memperkuat posisinya sebagai salah satu motor penggerak ekonomi di Kawasan Rebana Metropolitan sekaligus mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.