KabarSunda.com- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan sejumlah wilayah berpotensi hujan lebat serta angin kencang.
Potensi tersebut diperkirakan bakal terjadi pada Sabtu (24 Januari 2026) dan Minggu (25 Januari 2026).
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu serta potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem.
“BMKG juga mengimbau masyarakat untuk secara aktif memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi dari BMKG berbagai kanal informasi, antara lain www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg,” terang BMKG dikutip dari laman resmi.
Masyarakat juga diharapkan agar menghindari area terbuka saat hujan disertai petir atau angin kencang, serta menjauhi pohon, bangunan, atau infrastruktur yang terlihat rapuh demi keamanan.
Pengaruh Dinamika Atmosfer
BMKG memprakirakan pengaruh dinamika atmosfer pada skala global, regional, dan lokal masih signifikan terhadap kondisi cuaca di Indonesia dalam sepekan ke depan.
El Nino–Southern Oscillation (ENSO) terpantau menguat pada fase negatif yang mengindikasikan La Nina lemah, dengan nilai Southern Oscillation Index (SOI) yang cenderung positif.
“Kondisi ini berpotensi meningkatkan pasokan uap air yang mendukung pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia, terutama bagian timur,” ungkap BMKG.
Selain itu, ada Bibit Siklon Tropis 91S terpantauyang berada di wilayah Samudra Hindia selatan Sumbawa dengan tekanan udara minimum sekitar 1004 hPa, kecepatan angin maksimum mencapai 30 knot.
Bibit Siklon Tropis 91S bergerak ke arah selatan–tenggara. Dalam 48-72 jam ke depan, potensi menjadi siklon tropis dalam kategori tinggi.
BMKG juga mencatat munculnya Bibit Siklon Tropis 92P yang saat ini terpantau berada di Teluk Carpentaria dengan tekanan udara minimum sebesar 1008 hPa, kecepatan angin sebesar 15 knot.











