Tren Positif Capaian Pembangunan Sumedang 2025

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, menyampaikan bahwa pemerintah daerah menyadari sepenuhnya masih terdapat berbagai kekurangan dalam pelaksanaan pembangunan.Dok-Diskominfosanditik Sumedang

KabarSunda.com- Pemerintah Kabupaten Sumedang terus berikhtiar melaksanakan pembangunan daerah sepanjang tahun 2025 di tengah berbagai keterbatasan dan tantangan yang dihadapi.

Dengan sumber daya yang ada, Pemkab Sumedang berkomitmen memastikan setiap kebijakan dan program pembangunan tetap berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Berbagai keterbatasan, baik dari sisi fiskal maupun kondisi objektif wilayah, tidak menyurutkan langkah pemerintah daerah dalam menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan publik.

Melalui perencanaan yang matang, pengelolaan anggaran yang efektif, serta penguatan kolaborasi lintas sektor, pembangunan daerah tetap dilaksanakan secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, menyampaikan bahwa pemerintah daerah menyadari sepenuhnya masih terdapat berbagai kekurangan dalam pelaksanaan pembangunan.

Namun demikian, upaya yang dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan mulai menunjukkan hasil yang positif.

“Di tengah keterbatasan dan berbagai kekurangan yang kami hadapi, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang terus berikhtiar untuk memajukan daerah dan mensejahterakan masyarakat. Kami menyadari belum semua harapan dapat terpenuhi, namun alhamdulillah upaya tersebut mulai membuahkan hasil,” ujar Bupati, Sabtu (24/1/2026).

Salah satu indikator yang mencerminkan hasil ikhtiar tersebut adalah meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sumedang.

Pada tahun 2025, IPM Sumedang tercatat sebesar 75,50 poin, meningkat dari 74,57 poin pada tahun 2024.

“Kenaikan IPM ini mencerminkan adanya perbaikan pada aspek pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat sebagai pilar utama kesejahteraan. Peningkatan IPM menjadi penguat bahwa arah kebijakan pembangunan yang kami tempuh berada pada jalur yang benar. Ini bukan semata capaian pemerintah, melainkan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat Sumedang,” ucapnya.

Capaian positif lainnya terlihat dari menurunnya angka kemiskinan di Kabupaten Sumedang. Pada tahun 2024, angka kemiskinan tercatat sebesar 9,10 persen dan berhasil ditekan menjadi 8,81 persen pada tahun 2025.

Penurunan tersebut menunjukkan bahwa berbagai program perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, serta penguatan sektor-sektor produktif mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Penurunan angka kemiskinan ini menjadi penguat bahwa kebijakan pembangunan yang kami jalankan, meskipun dengan berbagai keterbatasan, tetap berada pada arah yang tepat. Ini adalah hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan,” ungkap Bupati Sumedang.

Selain itu, tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Sumedang juga mengalami penurunan. Pada tahun 2024, angka pengangguran berada di 6,16 persen dan pada tahun 2025 berhasil ditekan menjadi 6,08 persen.

Penurunan ini mencerminkan upaya pemerintah daerah dalam memperluas kesempatan kerja melalui penguatan UMKM, sektor pertanian, serta dukungan terhadap investasi dan kegiatan ekonomi lokal.

“Penurunan angka pengangguran merupakan hasil dari ikhtiar bersama yang terus kami lakukan melalui penguatan sektor ekonomi lokal, pemberdayaan UMKM, serta perluasan kesempatan kerja, meskipun di tengah berbagai keterbatasan yang ada,” tuturnya.

Dari sisi investasi, Kabupaten Sumedang juga mencatatkan capaian yang menggembirakan. Pada tahun 2025, realisasi investasi mencapai Rp5,6 triliun, yang berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp621,39 miliar dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp6,01 triliun.

“Capaian ini menempatkan Sumedang sebagai salah satu daerah strategis di Kawasan Rebana Metropolitan dan berkontribusi signifikan terhadap total realisasi investasi kawasan yang mencapai Rp36,67 triliun. Capaian ini merupakan buah dari kerja kolaboratif seluruh pemangku kepentingan serta komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang ramah dan berkelanjutan,” terangnya.

Bupati menambahkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), berbagai capaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan indeks kesejahteraan masyarakat Sumedang, meskipun pemerintah daerah menyadari masih terdapat kekurangan dan kelemahan yang perlu terus diperbaiki.

“Inilah ikhtiar bersama antara pemerintah dan masyarakat Sumedang yang telah mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Mohon doa dan dukungannya, semoga pada tahun 2026 Kabupaten Sumedang dapat menjadi lebih baik lagi,” katanya.