KabarSunda.com- Koperasi Merah Putih resmi berdiri di Desa Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu, 5 Mei 2026.
Presmian serentak operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melalui Video Conference (Vicon).
Acara yang berpusat di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur ini dipimpin langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.
Peluncuran ini bukan sekadar seremoni, melainkan realisasi dari sinergi lintas kementerian untuk memastikan ekonomi di pelosok negeri tidak lagi terpinggirkan.
Pembangunan infrastruktur KDKMP bergerak dengan kecepatan penuh.
Di tengah ambisi nasional, data menunjukkan progres yang signifikan: Dimana 7.200 Unit bangunan fisik telah rampung 100%. 1.000 Unit resmi beroperasi sebagai Wave 1 (Angkatan Pertama), termasuk KDKMP Desa Mangunreja. Dan 25.000 Unit sedang dalam tahap konstruksi intensif.
Target besar telah dipasang pada 17 Agustus 2026, sebanyak 30.000 koperasi ditargetkan berdiri kokoh di seluruh penjuru Indonesia sebagai kado istimewa Hari Kemerdekaan RI.
Dandim 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M. Invan Ibrahim, menegaskan bahwa kualitas fasilitas menjadi prioritas utama. KDKMP dirancang sebagai ekosistem bisnis yang mandiri dan fungsional.
“Fasilitasnya sangat siap. Mulai dari gedung utama, gudang penyimpanan yang layak, hingga gerai usaha. Koperasi ini bisa langsung bertransaksi melayani warga sejak hari pertama,” tegas Letkol Czi M. Invan Ibrahim.
Menariknya, gedung KDKMP didesain multifungsi. Selain sebagai pusat bisnis, bangunan ini dapat disewakan untuk kegiatan masyarakat atau resepsi pernikahan, yang akan menjadi sumber pendapatan tambahan (passive income) bagi koperasi desa.
Dukungan penuh juga mengalir dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Wakil Bupati, Asep Sopari Al Ayubi, mengungkapkan bahwa Pemda telah bergerak taktis memfasilitasi lahan.
“Kami telah menyiapkan dukungan untuk 17 titik lahan, di mana 10 titik di antaranya sudah masuk dalam proses pembangunan,” jelas Asep.
Kehadiran program strategis nasional seperti KDKMP dan Dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) terbukti menjadi pemantik ekonomi daerah.
Saat ini, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tasikmalaya sukses melesat di angka 5,3 persen.
“Koperasi ini adalah milik masyarakat. KDKMP akan menjadi solusi konkret untuk memotong rantai distribusi barang pokok yang rumit, sekaligus menjadi mesin pendongkrak ekonomi di akar rumput,” tambahnya.
Pemilihan Tasikmalaya sebagai salah satu titik krusial peluncuran ini seolah memutar kembali roda sejarah.
Sebagai informasi, Kongres Koperasi Indonesia pertama digelar di Tasikmalaya pada 12 Juli 1947, yang melahirkan Hari Koperasi Indonesia dan organisasi SOKRI.
Pemerintah daerah kini tengah memberikan perhatian serius pada Tugu Koperasi sebagai situs sejarah.
Rencana penguatan status tugu tersebut sebagai cagar budaya nasional terus digulirkan, guna memastikan bahwa semangat ekonomi kerakyatan yang lahir di Tasikmalaya tetap menyala di era modern.











