Tim SAR Pakai Drone untuk Mapping Pencarian Korban Longsor di Bandung Barat

KabarSunda.com- Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menyebut Tim SAR gunakan drone untuk mapping pencarian 80 korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Minggu, 25 Januari 2026.

Hal tersebut diungkapkan Herman Suryatman dalam Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Minggu, 25 Januari 2026.

“Kita sudah melakukan asesmen di lapangan, teman-teman Basarnas dan BPBD langsung secara fisik maupun menggunakan drone ya, manual maupun digital kita lakukan,” kata Herman.

“Kemudian kita juga lakukan mapping ya untuk menentukan titik-titik prioritas pencarian korban, proses evakuasi, narasumbernya kepala desa dan kepala dusun setempat yang tahu titik-titik rumah maupun permukiman karena area longsornya kan cukup luas.”

Berdasarkan hasil asesmen, kata Herman, area yang terdampak longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terjadi di sepanjang 3 kilometer dengan kedalaman 150 meter.

“Kemarin hasil asesmen dari mahkota longsor sampai dengan kaki longsor di bawah itu 3 kilometer, kemudian lebarnya kurang lebih 150 meter, jadi sangat luas area yang terkena longsornya,” ujar Herman.

“Sehingga agar efektif proses pencarian, proses evakuasi, ya kita harus maping, sudah dimaping, sudah diassement, hari ini teman-teman Basarnas tentu dengan berbagai komponen termasuk TNI-Polri, barusan kami dapat informasi dari TNI pun cukup banyak personel di lapangan tentu dilakukan secara terkoordinasi untuk menemukan korban-korban yang lain, yang jumlahnya 80 jiwa.”

Sebelumnya, longsor terjadi di Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat pada Sabtu dini hari (24 Januari 2026).

Longsor mengakibatkan, puluhan rumah tertimbun material tanah dan puluhan orang masih dalam pencarian.

Longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, diduga akibat hujan deras berintensitas tinggi dan kondisi struktur tanah yang labil.