KabarSunda.com- Perbendaharaan negara kini telah bertransformasi dari fungsi administratif menjadi instrumen penting dalam mendorong pembangunan dan pemerataan kesejahteraan.
“Keberhasilan pelaksanaan anggaran tidak cukup diukur dari tingginya serapan, tetapi harus dilihat dari sejauh mana anggaran tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat menghadiri Stakeholders Day Hari Bakti Perbendaharaan ke-22 di Aula KPPN Sumedang, Rabu (28/01/2026).
Bupati Dony menegaskan, Stakeholders Day ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi dan komitmen bersama dalam mewujudkan pengelolaan keuangan negara yang transparan, akuntabel.
Ia menekankan pentingnya penerapan prinsip pengelolaan anggaran yang ekonomis, efisien, dan efektif. “Setiap rupiah yang dibelanjakan harus memberikan manfaat optimal dan berdampak langsung bagi pembangunan serta kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Bupati Dony mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sumedang telah mencapai 75,5, menempatkan Sumedang pada peringkat ketiga terbaik di Jawa Barat untuk kategori kabupaten.
“Capaian ini menjadi pemacu semangat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif,” katanya.
Ia menegaskan, reformasi birokrasi merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pelayanan publik yang prima.
Transformasi birokrasi terus didorong melalui penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), integrasi layanan pada Mal Pelayanan Publik (MPP), serta percepatan proses perizinan yang transparan, terukur, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
“Budaya melayani harus menjadi nilai utama dalam setiap pelaksanaan tugas aparatur dan saya harap kegiatan Stakeholders Day ini mampu emperkuat sinergi antara pemerintah pusat, instansi vertikal, dan pemerintah daerah, sehingga APBN benar-benar menjadi pengungkit pembangunan, pemerataan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumedang,” katanya.













