KabarSunda.com- Kepolisian Resor (Polres) Cimahi, Jawa Barat (Jabar), mengimbau masyarakat yang tak berkepentingan agar tidak mendekati lokasi longsor di Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat.
“Kami sudah jaga di bawah sebelum lokasi kejadian. Anggota bersiaga dan kami juga berkoordinasi dengan perangkat desa yang tahu warga setempat,” kata Kapolres Cimahi AKBP Niko Adi Putra di Bandung dikutip dari Antara, Kamis, 29 Januari 2026.
Menurutnya, area sekitar longsor masih berbahaya karena kondisi hujan deras serta kabut tebal terus mengguyur kawasan kaki Gunung Burangrang.
Niko mengimbau masyarakat tidak datang ke lokasi bencana hanya karena penasaran. Ia juga mengimbau masyarakat tidak datang dengan mengaku keluarga korban tanpa keperluan mendesak.
“Kami berharap warga bisa memahami situasi dan menghormati proses evakuasi yang sedang berjalan,” ucapnya.
Niko mengungkapkan kedatangan masyarakat yang tidak berkepentingan juga bisa berdampak pada lalu lintas sekitar posko Disaster Victim Identification (DVI) dan pengungsian, termasuk keterbatasan akses tim SAR dan ambulans.
Ia mengatakan ambulans bisa sulit keluar masuk lokasi jika terlalu banyak kendaraan datang.
Niko juga mengimbau masyarakat tidak menyebar informasi yang belum jelas kebenarannya soal kondisi di lokasi longsor supaya tidak menyebabkan kepanikan.
Ia berharap masyarakat mengindahkan imbauan yang disampaikan untuk menjaga keselamatan dan kelancaran proses evakuasi.
Longsor yang melanda Cisarua, Bandung Barat terjadi pada Sabtu (24 Januari 2026) lalu.
Pada hari keenam pencarian korban, tim SAR gabungan mengevakuasi dua kantong jenazah.
“Total penemuan pada hari keenam operasi SAR adalah sebanyak dua bag, dengan rincian dua body bag di sektor A1,” ujar Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian di Bandung, Kamis, dikutip dari KompasTV.
Dengan demikian, ia menyebut hingga Kamis tim SAR gabungan telah menemukan 55 kantong jenazah.
“Hingga hari ini, Kamis, 29 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, total korban yang telah berhasil
dievakuasi adalah sebanyak 55 body bag,” jelasnya.













