Ingin Puasa Tetap Sehat? Hindari Jebakan Glucose Spike Saat Berbuka

Ilustrasi by Diskominfo Depok.

KabarSunda.com- Puasa dikenal sebagai ibadah yang menyehatkan tubuh. Namun, manfaat tersebut sangat bergantung pada cara kita berbuka puasa.

Jika tidak dilakukan dengan bijak dan hati-hati, pola berbuka yang keliru justru dapat menjadi jebakan metabolik bagi tubuh.

Banyak orang berbuka puasa dengan mengonsumsi makanan atau minuman manis berlebih. Sehingga dapat menimbulkan penyakit, salah satunya glucose spike.

Glucose spike ini merupakan penyakit yang terjadi saat lonjakan gula darah secara cepat dan tinggi dalam waktu singkat setelah mengonsumsi makanan tertentu.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Devi Mayori, mengatakan penyakit ini biasanya terjadi ketika perut kosong lama dan langsung diberi gula karbo dalam jumlah besar.

“Saat kita berpuasa insulin dalam tubuh kita rendah, lambung kosong, serta tubuh adaptif. Maka, hindari berbuka dengan teh atau sirup manis pekat, kolak, hingga gorengan dan nasi putih yang berlebih jika tidak ingin terkena glucose spike,” jelasnya kepada berita.depok.go.id, Selasa (24/02/26).

Dikatakannya, dengan mengonsumsi sejumlah makanan tersebut dapat menyebabkan gula darah melonjak drastis dan tubuh harus memproduksi insulin besar-besaran. Sehingga, metabolisme tubuh akan terganggu.

Sementara itu, glucose spike bisa dikendalikan dengan mengganti minuman gula cair dengan air putih, dan konsumsi makanan yang mengandung protein dan serat sebelum karbo besar.

“Jika berbuka puasa dilakukan dengan bijak, gula darah akan stabil, energi tahan lama, berat badan lebih terkontrol dan menjalani ibadah akan lebih fokus,” pungkasnya.