Kasus Campak Meningkat, Warga Depok Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Kepala Dinkes Kota Depok Devi Maryori. (Foto: JD 01/Diskominfo)

KabarSunda.com- Kasus campak baru-baru ini mengalami peningkatan di beberapa kabupaten/kota di Indonesia. Dalam menyikapi hal tersebut, warga Depok diminta untuk mewaspadai penularan penyakit campak yang sangat mudah menyebar, terutama pada anak-anak.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Devi Maryori, mengatakan penyakit campak merupakan penyakit yang menular dan disebabkan oleh Morbilivirus.

“Penularan campak dapat terjadi melalui udara berupa percikan air liur saat penderita berbicara, batuk, atau melalui benda yang telah terkontaminasi,” ujarnya kepada berita.depok.go.id, Jumat (06/03/26).

Devi menjelaskan, masyarakat perlu mengenali gejala campak sejak dini agar dapat segera memperoleh penanganan yang tepat.

Adapun gejala awal biasanya ditandai dengan demam tinggi yang dapat mencapai suhu hingga 40 derajat Celsius.

“Setelah itu, akan muncul ruam kemerahan yang biasanya dimulai dari wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh,” jelasnya. Selain demam dan ruam, penderita campak juga kerap mengalami batuk kering disertai pilek.

“Dengan meningkatnya laporan kasus di beberapa daerah, kewaspadaan masyarakat menjadi hal penting untuk mencegah terjadinya penularan yang lebih luas, khususnya di lingkungan keluarga, sekolah, maupun tempat umum,” pungkasnya.