Ai Nurhasan: LHKPN yang Saya Miliki Didapat Secara Legal, Faktor Harga Meningkat Tajam

Kepala Bidang PKLK Disdik Jabar,Dr.H.AI NURHASAN.Ist

KabarSunda.com- Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Ai Nurhasan membantah harta yang didapatkannya diperoleh dengan jalan illegal.

Hal tersebut disampaikan Kabid PKLK Disdik Jabar Dr.H.Ai Nurhasan kepada KabarSunda.com,Rabu (8/4/2026).

Menurutnya Ai, harta yang saya miliki sebesar Rp5,1 Miliar yang dilaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang disebut LHKPN tidak ujuk-ujuk di tahun 2024, karena yang kita lihat dari laporan tiga tahun terakhir harta kekayaan tidak banyak berubah dari aspek nilai volume.

Terjadi perubahan nilai signifikan ditahun 2023 karena tanah yang saya miliki waktu dulu saya menjabat Camat diberikan kewenangan sebagai PPATS, disinilah kesempatan saya beli aset tanah dengan harga standar, ternyata aset tanah yang saya miliki terjadi update data dari pemerintah pusat sampai ke daerah dengan nilai asset tanah itu meningkat tajam.

Konsekuensinya yang tadinya harga tanah hanya Rp400 jutaan menjadi miliaran karena lokasinya sangat strategis, yang dulu diseberangan makam pemakaman china yang sekarang lokasinya beseberangan dengan Mall di Cirebon.

Ia mengatakan, secara otomatis tanah yang saya beli menjadi strategis dan terjadi perubahan nilai, makanya dengan adanya Mall disebarang tanah yang saya miliki, ”saya tahan dulu dan di jadikan asset keluarga,”kata Ai.

“Sejak ada Mall kita tahan dulu, yang dulunya harga hanya ratusan juta, sekarang miliaran rupiah,”jelas Ai Nurhasan.

Lanjut Ai, kalau harta yang lain tidak  banyak berubah seperti mobil Brio yang keluaran tahun lama menjadi tahun baru hanya sedikit berubahnya, tapi yang menjadi perubahan cukup besar dari nilai tanah,terang Ai.

Saya beli aset tanah waktu saya menjabat Camat, itu harganya masih standar, sekarang ada perubahan harga dikarenakan jadi kawasan pertokoan, bahkan Mall terbesar di Cirebon saat ini,ujar Ai.

Waktu menjadi Camat saya banyak membeli aset, karena jabatan Camat punya jabatan sebagai pejabat pembuat akta tanah sementara (PPATS) dan itu haknya.”hasil dari sinilah saya gunakan untuk menabung setelah terasa cukup, uang tabungan saya belikan keaset tanah”.

Mengapa saya tidak terlalu banyak menyimpan uang di bank, karena saya pikir kata Ai Nurhasan,  nilainya tidak terlalu banyak berubah, tapi kalau kita belikan ke aset tanah yang strategis maka aset kita bisa naik. tapi ini juga bukan jaminan, karena ada aset tanah yang saya beli naik tidak signifikan.

“Kalau asset berupa rumah, saya memiliki dua rumah bersebelahan, dan itu kata Ai, tidak terlalu naik signifikan, tapi kalau tanah naiknya cukup signifikan”pungkas Ai.