Polemik Revitalisasi Gedung Sate Rp 15 Miliar, Ini Pembelaan Dedi Mulyadi

KabarSunda.com- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, buka suara mengenai alasan merevitalisasi halaman Gedung Sate yang menghabiskan anggaran Rp15 miliar lebih.

Dia menegaskan, lankah itu dilakukan agar akses halaman Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) tersebut terbangun dengan lebih baik.

“Tujuannya agar akses halaman Gedung Sate terbangun dengan baik,” kata Dedi Mulyadi di Gedung Pakuan, Rabu, 15 April 2026.

Pria yang karib disapa KDM itu mengakui, kerap terjadi kemacetan di Jalan Diponegoro apabila akses ditutup karena aksi demonstrasi.

Maka dari itu, Dedi Mulyadi berharap dengan revitalisasi ini, kemacetan tidak lagi terjadi.

Dia pun membantah soal adanya jembatan yang menghubungkan Gedung Sate dengan Lapangan Gasibu.

“Bukan (jembatan), jalannya melingkar. Jadi kan itu Gedung Sate, ini Jalan Diponegoro. Nanti muter ke depan Pullman (hotel), belok kanan. Nanti sebagian Gasibu digunakan untuk jembatan di ujungnya, jadi lebih baik,” tuturnya.

Dedi Mulyadi mempersilakan masyarakat yang hendak berunjukrasa untuk tetap melakukan aktivitas tersebut.

Namun, dia mengingatkan agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

Sementara itu, prasasti yang berada di halaman Gedung Sate tetap berada di titik yang sama dan tidak dipindahkan.

“Yang ada adalah penataan, halamannya jauh lebih bagus, sehingga nanti tinggi halaman Gasibu itu sama dengan tinggi halaman Gedung Sate,” ujarnya.

Dedi Mulyadi pun menegaskan, penataan uang dilakukan bukanlah untuk membangun plaza, melainkan mempercantik dengan diperluas halaman Gedung Sate serta Lapangan Gasibu.

“Hari ini kan Gasibu kesannya menjadi halaman Pullman bukan halaman Gedung Sate,” tutupnya.