KabarSunda.com- Jumlah calon jemaah haji asal Kabupaten Garut pada 2026 mengalami penurunan tajam.
Jika pada 2025 tercatat sebanyak 1.931 orang, tahun ini hanya 171 jemaah yang akan diberangkatkan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Garut Indra Azwar Mawardi membenarkan adanya penurunan tersebut.
Ia menyebutkan, jumlah jemaah yang berangkat tahun ini merupakan bagian dari kuota telah ditetapkan pemerintah pusat, sekaligus dipengaruhi oleh dinamika daftar tunggu dan penyesuaian sistem keberangkatan.
“Untuk tahun ini, Kabupaten Garut akan memberangkatkan sebanyak 171 jemaah. Ini memang jauh dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 1.931 orang,” ujar Indra, Jumat, 17 April 2026.
Menurut Indra, fluktuasi jumlah jemaah bukan fenomena baru dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Penentuan kuota sangat bergantung pada kebijakan nasional serta distribusi antar daerah yang diatur setiap tahun.
Selain itu, faktor teknis seperti penjadwalan ulang, prioritas lansia, hingga penyesuaian antrean juga turut memengaruhi jumlah jemaah yang berangkat.
Ia menambahkan, meski jumlah jemaah menurun drastis, pihaknya memastikan seluruh proses pembinaan tetap berjalan optimal.
Salah satunya melalui bimbingan manasik yang bertujuan meningkatkan pemahaman dan kemandirian jemaah dalam menjalankan ibadah haji sesuai syariat.
“Bimbingan manasik ini penting agar jemaah memiliki kesiapan, baik secara pengetahuan maupun praktik. Harapannya, seluruh jemaah dapat melaksanakan ibadah dengan baik dan sesuai ketentuan,” kata Indra.
Rangkaian manasik haji di Kabupaten Garut sendiri telah dilaksanakan secara bertahap sejak Februari 2026 di tingkat kecamatan.
Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan di tingkat kabupaten sebagai bagian dari pembekalan akhir sebelum keberangkatan.
Selain penurunan jumlah jemaah, perubahan teknis juga terjadi pada lokasi embarkasi.
Jika pada tahun sebelumnya jemaah diberangkatkan melalui Bekasi, tahun ini proses keberangkatan dialihkan melalui Asrama Haji Indramayu dan penerbangan dilakukan dari Bandara Internasional Kertajati.
Indra menjelaskan, perubahan tersebut merupakan bagian dari penataan sistem embarkasi nasional yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan pelayanan.
Ia memastikan bahwa peralihan lokasi tidak akan mengganggu kelancaran proses keberangkatan jemaah.
Berdasarkan jadwal, jemaah asal Garut akan tergabung dalam gelombang kedua, kloter 22, dan direncanakan berangkat pada 7 Mei 2026.
Seluruh jemaah saat ini tengah menjalani tahap akhir persiapan, termasuk pemeriksaan kesehatan dan pelengkapan administrasi.













