KabarSunda.com- Calon jamaah haji (CJH) diingatkan untuk mewaspadai potensi jet lag akibat perbedaan waktu dan lamanya perjalanan udara.
Kondisi ini dapat memengaruhi kebugaran tubuh jika tidak diantisipasi dengan baik.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) membagikan sejumlah tips mencegah jet lag selama perjalanan menuju Tanah Suci.
Kepala Dinkes Kota Depok Devi Maryori menjelaskan, penyesuaian kondisi tubuh perlu dilakukan sejak sebelum keberangkatan agar CJH tetap bugar saat tiba di Tanah Suci.
“CJH sebaiknya mulai mengatur waktu tidur dengan menyesuaikan waktu di tempat tujuan. Ini penting agar tubuh tidak kaget saat tiba di Tanah Suci,” ungkapnya kepada berita.depok.go.id, Kamis (23/04/26).
Tidak hanya itu, Devi juga menekankan pentingnya menjaga asupan cairan selama perjalanan.
Pasalnya, dehidrasi dapat memperburuk gejala jet lag dan menurunkan daya tahan tubuh.
Devi menambahkan, perjalanan udara ke tanah suci sekitar 9-10 jam.
Selama berada di pesawat, CJH juga dianjurkan untuk memanfaatkan waktu istirahat dengan baik.
CJH disarankan menggunakan penutup mata dan penyumbat telinga agar kualitas tidur lebih optimal.
Tak kalah penting, ungkap Devi, di pesawat CJH harus melakukan peregangan ringan secara berkala untuk menjaga sirkulasi darah dan mencegah kelelahan akibat duduk terlalu lama.
“Dengan persiapan yang tepat, CJH diharapkan dapat mengurangi dampak jet lag sehingga tetap fit saat mulai menjalankan rangkaian ibadah haji,” tutupnya.











