KabarSunda.com- Cuaca panas ekstrem di Tanah Suci menjadi tantangan tersendiri bagi calon jamaah haji (CJH) saat menjalankan rangkaian ibadah.
Dalam menghadapi kondisi tersebut, CJH perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko heat stroke atau serangan panas yang dapat mengganggu kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok Devi Maryori mengungkapkan, CJH perlu menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum 1 gelas 200cc per jam dan tidak menunggu haus.
“Cuaca panas dan kelembaban rendah di Tanah Suci dapat menyebabkan tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Karena itu, jamaah harus rutin minum air putih agar terhindar dari dehidrasi dan heat stroke,” ujarnya kepada berita.depok.go.id, Senin (04/05/26).
Tidak hanya itu, CJH juga diimbau menghindari paparan sinar matahari langsung saat beraktivitas di luar ruangan.
Devi menyarankan agar CJH menggunakan payung atau topi, memakai krim pelindung kulit, serta mengatur waktu aktivitas di luar ruangan pada pagi atau sore hari.
“Batasi aktivitas fisik berlebihan saat cuaca sangat panas agar kondisi tubuh tetap stabil,” tambahnya.
Dikatakan Devi, CJH juga dapat menggunakan semprotan air pada bagian tubuh yang terkena sinar matahari langsung.
Seperti pada wajah dan tangan, untuk membantu menurunkan suhu tubuh.
Dari sisi pakaian, ungkapnya, CJh diimbau menggunakan pakaian yang longgar dan berbahan katun agar tubuh tetap nyaman serta mudah menyerap keringat.
“Hindari memakai pakaian berlapis karena dapat membuat tubuh lebih cepat panas,” jelasnya.
Devi berharap seluruh CJH dapat menjaga kondisi tubuh dengan baik agar tetap sehat selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Dengan langkah pencegahan yang tepat, diharapkan CJH dapat terhindar dari heat stroke dan menjalankan ibadah dengan aman serta lancar,” tutupnya.











