KabarSunda.com- Kegiatan Ngubek Empang menjadi salah satu agenda pembuka dalam rangkaian Lebaran Depok 2026. Panitia menyiapkan total dua ton ikan di setiap lokasi untuk memeriahkan acara yang melibatkan peserta dari berbagai wilayah dan perangkat daerah.
Ketua Lebaran Depok 2026, Hamzah, menjelaskan aturan lomba telah disepakati bersama para koordinator kegiatan.
“Peserta berasal dari kecamatan, kelurahan, dan perangkat daerah. Mereka akan ‘bertarung’ dalam lomba Ngubek Empang dengan aturan yang sudah ditetapkan,” ujarnya kepada berita.depok.go.id, Senin (04/06/26).
Ia menegaskan, dalam lomba tersebut peserta tidak diperbolehkan menggunakan alat apa pun dan wajib menangkap ikan dengan tangan kosong.
“Yang pertama tidak boleh pakai alat, harus pakai tangan. Jumlah peserta sudah ditentukan, dan waktunya juga terbatas, sekitar 20 sampai 30 menit,” jelasnya.
Peserta akan berlomba menangkap ikan sebanyak mungkin dalam waktu yang telah ditentukan. Pemenang ditentukan dari jumlah tangkapan terbanyak.
Perhelatan Ngubek Empang akan digelar serentak pada Selasa (05/05/26) di tiga lokasi, yakni Kecamatan Sawangan, Cipayung, dan Tapos.
Untuk wilayah barat dipusatkan di Kecamatan Sawangan dengan melibatkan Kecamatan Bojongsari, Cinere, dan Limo. Wilayah tengah berlokasi di Kecamatan Cipayung yang melibatkan Pancoran Mas dan Beji.
Sementara wilayah timur dipusatkan di Kecamatan Tapos dengan melibatkan empat kecamatan, yakni Tapos, Cilodong, Cimanggis, dan Sukmajaya.
Untuk komposisi peserta, setiap kelurahan mengirimkan sekitar lima orang. Selain itu, perangkat dinas juga mengirimkan jumlah peserta yang sama untuk ikut berpartisipasi.
“Setiap kelurahan mengirimkan lima orang, begitu juga dinas. Nanti digabung dan yang paling banyak menangkap ikan dengan tangan itu yang jadi juara,” katanya.
Adapun hadiah lomba berupa uang pembinaan dan sertifikat yang dikelola oleh panitia tingkat kecamatan.
Setelah lomba selesai, panitia akan kembali menebar satu ton ikan tambahan yang diperuntukkan bagi masyarakat umum.
“Yang dilombakan itu satu ton. Setelah 20–30 menit, baru masyarakat boleh turun. Kita turunkan lagi satu ton ikan untuk masyarakat, dan itu bebas, boleh pakai serokan atau alat lainnya,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, panitia berharap Ngubek Empang tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga hiburan yang dapat dinikmati seluruh masyarakat Kota Depok.











