KASEP, Jembatan Aspirasi dan Aksi Nyata Kesehatan Warga Kota Bandung

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Dr. dr. Agung Firmansyah Sumantri.Dok-Diskominfo Kota Bandung

KabarSunda.com- Upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat terus diperkuat melalui program inovatif KASEP (Kunjungan Aksi Sehat Edukasi dan Pelayanan).

Hal ini mengemuka dalam Sonata Talkshow yang disiarkan kolaboratif antara Radio Sonata dan PR FM, Rabu (6/5).

Hadir sebagai narasumber, Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Dr. dr. Agung Firmansyah Sumantri. Ia  menjelaskan, KASEP dirancang sebagai pendekatan layanan kesehatan yang lebih komprehensif dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Program ini tidak hanya sebatas pemeriksaan kesehatan seperti tensi atau cek gula darah. KASEP juga menghadirkan pelayanan langsung berupa pemberian obat sementara hingga tiga hari serta arahan tindak lanjut ke fasilitas kesehatan seperti puskesmas,” ujarnya.

Menurutnya, pelaksanaan KASEP turut melibatkan Dinas Kesehatan Kota Bandung sebagai bentuk kolaborasi dalam menghadirkan layanan pemeriksaan gratis dan edukasi kesehatan di tengah masyarakat. Program ini direncanakan mulai berjalan pada awal Juni 2026.

Agung menuturkan, KASEP membuka ruang konsultasi untuk berbagai jenis penyakit, baik menular maupun tidak menular.

Ia menyoroti tren peningkatan penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, hingga kanker, yang dipengaruhi pola hidup kurang sehat.

Di sisi lain, penyakit menular seperti campak dan HIV juga menjadi perhatian serius di Kota Bandung.

“Kami ingin masyarakat mendapatkan edukasi yang tepat, terutama terkait pola hidup sehat dan deteksi dini penyakit,” katanya.

Lebih lanjut, ia menilai pelayanan kesehatan di Kota Bandung saat ini sudah cukup baik. Bahkan, telah tersedia dua puskesmas utama yang beroperasi 24 jam.

Ke depan, diharapkan setiap kecamatan memiliki puskesmas dengan layanan serupa sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan.

“Puskesmas harus menjadi ujung tombak, terutama untuk penanganan penyakit ringan. Ini penting untuk mengurangi beban rumah sakit dan optimalisasi layanan BPJS,” jelasnya.

Melalui KASEP, pihaknya juga ingin memperkuat pendekatan promotif dan preventif di masyarakat, sekaligus membuka akses komunikasi yang lebih dekat antara masyarakat dengan wakil rakyat.

Program ini menyasar seluruh warga Kota Bandung, dengan prioritas pada kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, balita, anak-anak, serta masyarakat dengan kondisi ekonomi kurang mampu.

“Melalui KASEP, kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat, mendengar aspirasi mereka, dan mencari solusi bersama,” tuturnya.

Dengan konsep kegiatan turun langsung ke lapangan, KASEP diharapkan menjadi jembatan efektif antara kebutuhan masyarakat dan kebijakan pelayanan kesehatan di Kota Bandung.