PSM vs Persib Laga Penentuan Juara, Bandung Dijaga Ketat

KabarSunda.com- Polrestabes Bandung mengantisipasi euforia pertandingan Persib Bandung menghadapi PSM Makassar yang bakal berlangsung di Stadion BJ Habibie, Parepare, Minggu, 17 Mei 2026.

Meskipun digelar di luar Bandung, antusiasme Bobotoh—julukan suporter Persib—diprediksi akan membludak mengingat ini adalah laga penentuan gelar juara BRI Super League 2025/26.

Kabag Ops Polrestabes Bandung, AKBP Asep Saepudin, mengatakan kepolisian menyiapkan pengamanan besar-besaran untuk mengantisipasi membludaknya Bobotoh di sejumlah titik keramaian.

Ribuan personel disiagakan untuk menjaga situasi tetap kondusif selama laga berlangsung.

Petugas akan ditempatkan di sejumlah titik yang menjadi pusat berkumpulnya Bobotoh, seperti kawasan Flyover Pasupati, Cikapayang Dago, Taman Balubur, Jalan Ir H Djuanda, hingga kawasan pusat kota.

“Kami akan menempatkan personel sama dengan yang kemarin, hampir 2.500 sampai 3.000 personel dikerahkan untuk sama-sama mengantisipasi jangan sampai terjadinya keributan seperti di daerah lain. Alhamdulillah, Bandung kemarin sangat aman,” kata Asep dikutip dari Tempo, Sabtu, 16 Mei 2026.

Selain menyiagakan personel, polisi akan menerapkan pola pengamanan seperti laga sebelumnya.

Polisi bakal melakukan pagar betis di sejumlah titik rawan kerumunan Bobotoh.

“Jadi, kami akan menggunakan cara yang seperti kemarin, kami akan melaksanakan pagar betis dan mengimbau kepada masyarakat, terutama yang akan melaksanakan euforia,” ujarnya.

Polisi turut mengimbau masyarakat agar tidak membawa minuman keras maupun petasan saat merayakan pertandingan Persib.

Bobotoh juga diminta tidak melakukan tindakan yang dapat memicu gangguan keamanan.

Selain itu, dia melarang adanya aksi sweeping terhadap kendaraan berpelat luar daerah.

Masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi oleh isu maupun tindakan yang mengarah pada keributan.

“Kami juga melarang adanya sweeping ataupun melakukan tindakan yang kurang terpuji, terutama kepada pengendara kendaraan yang berplat di luar Kota Bandung, ya, baik (plat) B atau yang lainnya,” ungkapnya.

“Karena siapa tahu orang tersebut sebenarnya bukan orang luar, tetapi orang Kota Bandung sendiri. Jadi, kita harus betul-betul menjaga diri kita dan jangan mudah terprovokasi oleh provokasi yang mengarah kepada hal tersebut,” pungkasnya.