Jangan Asal Bakar Daging Kurban! Dinkes Depok Peringatkan Risiko Asam Lambung hingga Kanker

Pengolahan daging kurban dengan cara dibakar. (Foto: Diskominfo Depok/Ilustrasi).

KabarSunda.com- Daging menjadi makanan yang didominasi untuk disantap saat merayakan Hari Raya Iduladha.

Namun, dalam mengonsumsinya disarankan untuk tidak berlebihan untuk mencegah penyakit kolesterol, hipertensi ataupun kegemukan.

Selain itu juga menghindari konsumsi daging kurban dengan cara dibakar, walaupun rasanya sangat nikmat, ada bahaya di balik pengolahan makanan tersebut.

Dalam hal ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok menyampaikan bahaya dalam mengonsumsi daging dengan cara dibakar yang terlalu berlebihan sehingga meninggalkan arang pada dagingnya.

Kepala Dinkes Kota Depok Devi Maryori menyebutkan, pengolahan daging dengan suhu pembakaran yang terlalu tinggi dapat memicu terbentuknya senyawa karsinogenik yang kurang baik bagi kesehatan tubuh.

“Protein pada daging dapat bereaksi dengan suhu tinggi dan membentuk zat yang berpotensi meningkatkan risiko kanker jika dikonsumsi terlalu sering,” ujarnya kepada berita.depok.go.id, Rabu (27/05/26).

Menurut Devi, proses pembakaran juga dapat mengurangi kandungan gizi pada daging, terutama protein yang dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi.

Selain itu, lanjutnya, konsumsi makanan bakar secara berlebihan juga dapat memicu peningkatan asam lambung.

Pasalnya, proses pencernaan menjadi lebih berat.

“Bagi penderita maag atau gangguan lambung sebaiknya membatasi konsumsi makanan yang dibakar agar tidak memicu keluhan kesehatan,” tambahnya.

Tidak hanya itu, Devi juga mengingatkan pentingnya memastikan daging matang sempurna saat dibakar.

Tentunya mencegah risiko cacing maupun larva yang masih tertinggal di dalam daging.

“Pastikan daging matang hingga bagian dalam agar aman dikonsumsi dan tidak menimbulkan risiko penyakit,” tutupnya.