JPZISNU Musholla Nurul Iman Taman Jaya Cipayung Ajak Muzaki Berbagi Daging Kurban Premium

Penyembelihan hewan kurban melalui gerakan daging premium JPZIS Musala Nurul Iman Taman Jaya, Kecamatan Cipayung. (Foto: Narasumber)

KabarSunda.com- Gerakan berbagi daging premium yang dibangun JPZIS Musala Nurul Iman Taman Jaya, Kacamatan Cipayung menjadi salah satu inspirasi pengelolaan qurban modern berbasis masyarakat di Kota Depok.

Bersama jaringan pengelola NU Care-LAZISNU Kota Depok, semangat pelayanan umat terus tumbuh melalui sistem qurban yang profesional, amanah, dan humanis.

Ketua JPZIS Musholla Nurul Iman Taman Jaya sekaligus Bendahara UPZIS MWCNU Cipayung, Zaki menjelaskan, gerakan kurban premium ini dirintis sejak 2017.

Menurutnya, ide berbagi daging premium muncul dari kesadaran berkurban yang terus dibangun melalui kajian majelis taklim warga setiap Minggu malam Senin.

Perlahan, gerakan tersebut mulai menunjukkan hasil yang signifikan.

“Awalnya pelaksanaan qurban hanya 1 ekor sapi dan paling banyak 5 kambing. Namun pada 2017 meningkat drastis menjadi 4 sapi dan 18 kambing. Bahkan saat masa Covid tahun 2019, jumlah qurban justru membludak menjadi 7 sapi dan 34 kambing,” jelasnya kepada berita.depok.go.id, Jumat (29/05/26).

Dari perkembangan itu, pengelolaan kurban mulai dibangun secara lebih profesional dan sistematis tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan.

Zaki mengaku dirinya selalu berusaha memberi contoh langsung kepada masyarakat dalam setiap gerakan sosial.

“Saya mengajak sekaligus memberikan contoh. Saya selalu menempatkan nama paling atas untuk setiap kegiatan sosial,” katanya.

Namun perjalanan tersebut tidak selalu berjalan mulus.

Di awal pergerakan, ide pengelolaan qurban modern sempat diragukan sebagian generasi senior dan sesepuh setempat karena dianggap berbeda dengan kultur sebelumnya.

Untuk menjawab keraguan tersebut, JPZIS Musholla Nurul Iman membangun dua strategi utama.

Pertama, memberikan kajian mendalam tentang fiqih udhiyyah lengkap dengan sesi tanya jawab di setiap majelis.

Kedua, membangun sistem operasional pengelolaan hewan qurban secara profesional dengan akuntabilitas tinggi serta tetap menjaga nilai humanisme.

Tantangan terbesar yang dihadapi Zaki adalah menjaga kualitas daging premium agar tetap higienis dan cepat terdistribusi kepada masyarakat.

“Pengelolaan harus klinis dan waktunya harus cepat,” tegasnya.

Sebagai solusi, panitia membangun pembagian jobdesk khusus hingga tahap packing.

Jumlah panitia juga diperbanyak hingga mencapai sekitar 70 sampai 80 orang dengan seragam khusus panitia.

Bahkan area penyembelihan dipasang police line agar selain panitia tidak diperbolehkan masuk demi menjaga sterilisasi dan ketertiban.

Di balik kerja besar tersebut, ada kisah mengharukan yang selalu membekas di hati panitia.

Salah satu penerima manfaat pernah bercerita bahwa dirinya hanya bisa makan daging saat Iduladha dan ketika ada orang yang memberinya.

“Jadi mereka makan daging setahun sekali,” tutur Gus Zaki.

Ia menegaskan bahwa kurban sejatinya bukan hanya ibadah vertikal kepada Allah SWT, tetapi juga ibadah sosial horizontal yang manfaatnya sangat besar bagi masyarakat.

“Kurban secara filosofi spiritual adalah menyembelih sifat dan karakter kebinatangan dalam diri kita. Banyak orang pandai menyembelih sapi atau kambing, tetapi tidak mampu menyembelih sifat keangkuhannya. Pandai merobohkan sapi, tapi tidak mampu merobohkan kesombongan dalam dirinya,” tegasnya.

Ke depan, Zaki berharap gerakan kurban premium ini dapat diduplikasi secara luas oleh masyarakat Kota Depok.

Ia ingin pengelolaan kurban dilakukan secara profesional tanpa ada lagi cerita daging hilang, distribusi kacau, ataupun masyarakat yang tidak kebagian.

Selain itu, pihaknya juga mendorong penguatan program TASYAKUR (Tabungan Syariah Qurban) yang dikelola secara amanah, profesional, dan akuntabel agar jumlah para pengurban terus meningkat setiap tahunnya.

“Tokoh agama dan tokoh masyarakat harus menjadi contoh dengan ikut serta menjadi yang pertama mendukung program ini. Yakinlah, jika ikhtiar ini dibangun dari sekarang, maka tahun depan dan seterusnya bukan hanya hayalan, tapi menjadi kenyataan yang ideal,” pungkasnya.