Nambah Rekomendasi Kuliner, Ada Tiramisusu Go! untuk Pelancong di Braga Bandung

KabarSunda.com– Kawasan Braga  memiliki daya tarik yang kuat sebagai destinasi wisata dan kuliner di Bandung. Tidak sedikit pelancong dalam dan luar negeri, sangat penasaran dengan Braga.

Salah satu alasan karena berbagai macam rekomendasi kulinernya. Bukan hanya pelancong, para pebisnis kuliner juga mengincar kawasan ini. Salah satu yang wajib dicoba adalah Tiramisusu Go!. Kuliner yang dihadirkan  Chocomory ini baru mewarnai dunia kuliner di Braga.

Toko ini langsung dibuka oleh Frans Hanityo, Chief Operating Officer Chocomory. Toko mengusung tema Harajuku,  berkonsep Grab & Go yang dirancang memberikan pengalaman berbelanja yang lebih praktis, cepat, dan mudah diakses.

Kehadiran toki ini tentu memberikan pilihan baru bagi wisatawan, terutama menambah ragam kuliner Kota Bandung.

“Tiramisusu Go! merupakan bagian dari upaya kami untuk semakin mendekatkan produk-produk Chocomory kepada pelanggan melalui konsep yang lebih praktis dan relevan dengan gaya hidup masyarakat saat ini,” ujar Frans Hanityo.

Tiramisusu Go! mengusung konsep retail express, dikembangkan dengan luas delapan meter persegi.

Konsep ini dikembangkan untuk mendukung kemudahan akses produk sekaligus menjawab kebutuhan konsumen yang mengutamakan kecepatan dan kenyamanan dalam bertransaksi.

Menjawab Tren Konsumen

Chocomory juga meluncurkan Tiramisusu Snow Mountain Matcha, inovasi produk terbaru yang menggunakan Real Japanese Matcha Premium.

Produk ini dikembangkan  guna menjawab perkembangan preferensi konsumen, termasuk meningkatnya minat terhadap produk berbasis matcha dalam beberapa tahun terakhir.

Peluncuran produk ini dilakukan secara serentak di tiga gerai Tiramisusu, yaitu Braga, Kota Baru Parahyangan, dan Paskal.

Angeline Ariani Setiawati, General Manager Chocomory, mengatakan pihaknya terus mencermati perkembangan tren dan preferensi konsumen yang dinamis.

Inovasi produk, kata dia,  menjadi salah satu fokus perusahaan untuk memastikan produk yang dihadirkan tetap relevan dengan kebutuhan pasar, tanpa mengesampingkan kualitas dan karakter yang menjadi identitas Tiramisusu.