KabarSunda.com- Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Bandung Raya menggelar aksi demo di Gedung DPRD Jawa Barat, Senin, 15 Juni 2026.
Kedatangan mahasiswa merespons berbagai kejadian yang terjadi imbas kebijakan pemerintah pusat.
Pantauan di lokasi, ribuan mahasiswa itu datang mengenakan jas almamater, sembari membawa spanduk berisikan tuntutan.
Salah seorang mahasiswa, Abdurrahman Muhammad Abdul Malik mengatakan aksi demo sebagai bentuk perlawanan atas berbagai kebijakan yang dinilainya merugikan rakyat.
“Kami dari berbagai elemen masyarakat, khususnya mahasiswa yang menginisiasi gerakan ini. Aksi ini bukan semata-mata gerakan mahasiswa, melainkan bentuk keresahan masyarakat terhadap ketidakadilan dan tindakan yang kami nilai sebagai bentuk kesewenang-wenangan pemerintah saat ini,” kata Abdul saat ditemui di lokasi demo.
Abdul menuturkan mahasiswa membawa sejumlah tuntutan, di antaranya penghentian program prioritas Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka.
“Menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG), program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), serta menghentikan pemborosan anggaran untuk kunjungan luar negeri,” tuturnya.
Selain itu, hal yang mahasiswa soroti adalah potensi kembalinya praktik-praktik orde baru, berdasarkan penguatan dwifungsi TNI dan Polri.
“Kami menyoroti, apa yang kami nilai sebagai gejala kembalinya praktik-praktik Orde Baru. Kami melihat adanya penguatan dwifungsi TNI dan Polri,” ujarnya.
“Hal tersebut kami kaitkan dengan pengesahan revisi Undang-Undang TNI, serta regulasi terkait Polri yang dinilai tidak lahir dari aspirasi masyarakat Indonesia secara luas,” pungkasnya.











