KabarSunda.com- Saat mencari sepatu lari maraton terbaik, Adidas Y-3 Adizero Adios Pro 4 bisa jadi pilihan menarik.
Ini adalah hasil kolaborasi antara lini Y-3 dengan desainer Yohji Yamamoto, yang menggabungkan teknologi pelari dari Adidas dengan sentuhan estetika khas Y-3.
Sepatu ini memiliki berat sekitar 201 gram untuk ukuran pria US 9, dengan ketebalan midsole 39 mm di tumit dan 33 mm di bagian depan kaki, serta drop sekitar 6 mm.
Kalau tertarik mengenal lebih jauh tentang teknologi yang membuat sepatu ini berbeda, berikut ini adalah lima teknologi inti yang dipakai pada Adidas pro y3 ini.
1. Midsole Lightstrike Pro Dua Lapis
Salah satu keunggulan utama sepatu ini adalah midsole Lightstrike Pro yang terdiri dari dua lapis.
Adidas menggunakan formulasi baru dari bahan Tpee yang membuat bantalan lebih ringan dan empuk dibanding generasi sebelumnya.
Uji laboratorium dari RunRepeat menunjukkan energy return sebesar 80,4%, yang artinya bantalan ini cukup responsif untuk membantu langkah Anda.
Namun, perlu diketahui bahwa formulasi yang lebih empuk ini punya kekurangan dalam ketahanan.
Jika Anda sering berlari jarak jauh, midsole ini mungkin tidak akan bertahan sekuat versi Pro 3. Jadi, ada kompromi antara kenyamanan dan daya tahan pada teknologi ini.
2. Energyrods 2.0
Teknologi berikutnya adalah Energyrods 2.0, berupa batang karbon yang meniru struktur anatomi metatarsal kaki.
Berbeda dengan pelat karbon biasa yang kaku, Energyrods ini lebih fleksibel sehingga mampu memberikan transisi lebih halus dari tumit ke jari-jari kaki saat berlari.
Pada versi Pro 4, posisi Energyrods ini sudah dioptimalkan dengan rocker point baru yang membantu dorongan di setiap langkah. Dengan teknologi ini, Anda mendapatkan sensasi lari yang lebih alami dan efisien.
3. Outsole Lighttraxion + Continental
Bagian outsole sepatu ini menggunakan kombinasi dua jenis karet. Lighttraxion dipakai sebagai basis untuk menjaga bobot sepatu tetap ringan.
Sementara Continental™ digunakan di area toe-off untuk memastikan traksi yang baik saat mendorong kaki ke depan.
Desain outsole ini memungkinkan Anda mendapatkan keseimbangan antara bobot ringan dan daya cengkeram yang kuat, terutama saat berlari di berbagai kondisi permukaan.
4. Upper Micro Fit One-Way Stretch
Untuk bagian atas sepatu, Adidas memilih bahan upper micro fit one-way stretch yang tipis dan tembus pandang.
Bahan ini memberikan kuncian yang pas di kaki tanpa menambah berat sepatu secara signifikan.
Karena sifatnya yang stretch hanya satu arah, bahan ini bisa menyesuaikan bentuk kaki saat bergerak sehingga terasa nyaman sekaligus mendukung performa lari Anda.
5. Desain Y-3 (Yohji Yamamoto)
Selain teknologi, sepatu ini juga menonjol dengan desain khas Y-3 dari Yohji Yamamoto. Anda akan menemukan grafis tanda tangan sang desainer serta badge Y-3 yang terletak di kerah sepatu.
Sentuhan estetika ini membuat sepatu tidak hanya cocok untuk balap jarak jauh, tapi juga bisa dipakai untuk gaya kasual sehari-hari. Jadi, Anda bisa tampil beda tanpa mengorbankan fungsi sepatu lari.
Adidas Y-3 Adizero Adios Pro 4 menggabungkan lima teknologi utama yang fokus pada kenyamanan, responsivitas, dan estetika.
Midsole Lightstrike Pro dua lapis memberikan bantalan empuk dengan energy return tinggi, sementara Energyrods 2.0 menawarkan transisi langkah yang lebih alami.
Outsole kombinasi Lighttraxion dan Continental memastikan traksi optimal tanpa menambah bobot.
Upper one-way stretch menghadirkan kuncian pas dan ringan, dan desain Y-3 menambah nilai gaya yang unik.
Kalau Anda sedang mencari sepatu balap yang menggabungkan teknologi canggih dan desain modis, model ini layak untuk dipertimbangkan.
Ayo Temukan adidas Y-3 Adizero Adios Pro 4 di Blibli
Sekarang, Anda bisa mendapatkan adidas Y-3 Adizero Adios Pro 4 dengan mudah melalui Blibli.
Selain pilihan lengkap, Blibli juga memberikan kemudahan berbelanja secara online.
Jangan lewatkan kesempatan untuk mencoba sepatu ini dan rasakan sendiri teknologi yang ditawarkan untuk menunjang aktivitas lari Anda. (*)















