KabarSunda.com- Bandara Husein Sastranegara kembali masuk ke peta penerbangan jet komersial tanah air.
Mulai 17 September 2026, bandara di Kota Bandung itu dijadwalkan melayani delapan rute domestik setelah hampir tiga tahun penerbangan komersial dipusatkan di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.
Delapan kota yang akan dilayani meliputi Medan, Padang, Pekanbaru, Batam, Balikpapan, Pontianak, Denpasar, dan Makassar.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan seluruh rute tersebut direncanakan akan dibuka saat Bandara Husein kembali beroperasi.
“Mudah-mudahan nanti bisa terbang ke Denpasar, Balikpapan, Medan, Pontianak, Makassar, Batam, Padang, dan Pekanbaru. Delapan destinasi itu sudah pasti,” kata Farhan, dikutip dari Pikiran Rakyat, Sabtu, 4 Juli 2026.
Bandara Husein menghentikan layanan penerbangan jet komersial pada 29 Oktober 2023 setelah pemerintah mengalihkan pusat penerbangan komersial Jawa Barat ke BIJB Kertajati di Kabupaten Majalengka.
Sejak saat itu, bandara tersebut hanya melayani penerbangan pesawat baling-baling, operasi militer, dan kegiatan sekolah penerbangan.
Menjelang reaktivasi bandara, Pemerintah Kota Bandung terus menuntaskan berbagai pekerjaan infrastruktur di kawasan sekitar Bandara Husein.
Persiapan mencakup perbaikan jalan, pembenahan drainase, pemangkasan pohon, pemasangan penerangan jalan umum (PJU), hingga pembaruan marka jalan.
Farhan menyampaikan sebagian besar pekerjaan fisik telah rampung. Meski demikian, pemerintah daerah masih menyelesaikan penataan sistem parkir dan pengaturan lalu lintas kendaraan yang akan mengakses area bandara.
Menurut dia, penataan tersebut diperlukan agar aktivitas di sekitar bandara tetap tertib tanpa memicu kemacetan, mengingat kapasitas ruang yang terbatas.
Sebagai bagian dari skema tersebut, Pemkot Bandung mempertimbangkan penyediaan layanan shuttle bagi penumpang dari dan menuju bandara.
Kendaraan angkutan umum massal seperti angkot maupun bus tidak akan diizinkan masuk ke area bandara.
“Sudah dipastikan tidak boleh ada kendaraan umum massal seperti angkot maupun bus masuk ke sana. Kalau pun ada, kita hanya menyediakan shuttle, tetapi itu pun belum final. Kalau dari sisi luar, kami sudah siap,” tutur Farhan.
Reaktivasi Bandara Husein diharapkan memperkuat konektivitas udara dari Bandung sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan sektor pariwisata di wilayah tersebut.













