KabarSunda.com- Persib Bandung tidak ingin terburu-buru memburu hasil pada Piala Presiden 2026.
Turnamen pramusim itu justru dipandang sebagai kesempatan untuk membangun fondasi sebelum menghadapi musim yang dipenuhi tantangan.
Pelatih Persib, Igor Tolic, menegaskan timnya tidak menjadikan Piala Presiden 2026 sebagai tolok ukur keberhasilan.
“Kami tidak memasang target khusus di Piala Presiden. Turnamen ini kami manfaatkan sebagai bagian dari proses membangun kebugaran tim,” ucap mantan asisten Bojan Hodak itu.
Pelatih asal Kroasia tersebut menjelaskan bahwa Persib akan menjalani jadwal yang jauh lebih padat dibanding musim sebelumnya.
Karena itu, staf pelatih memilih menyusun program yang berorientasi jangka panjang daripada mengejar hasil instan di pramusim.
Menurut Tolic, kesiapan menghadapi agenda besar mulai September jauh lebih penting. Persib harus membagi konsentrasi karena akan bersaing di empat ajang berbeda, termasuk AFC Champions League Two.
“Prioritas kami memastikan tim siap saat memasuki AFC Champions League Two dan kompetisi-kompetisi lain.”
“Piala Presiden menjadi sarana agar para pemain makin bugar, memahami karakter klub, serta beradaptasi dengan atmosfer Bobotoh,” jelasnya.
Persiapan Persib juga diperkirakan tidak berjalan dengan komposisi ideal. Sejumlah pemain bergabung dengan agenda Timnas Indonesia sehingga belum tentu tersedia saat turnamen berlangsung.
Situasi tersebut membuat Tolic harus menyiapkan alternatif sejak dini. Dia membuka peluang memberikan menit bermain lebih banyak kepada darah muda yang akan dipadukan dengan legiun asing.
“Tahun ini situasinya berbeda karena tim nasional juga sedang menjalani persiapan. Kami tentu mendukung kebutuhan mereka, terlebih cukup banyak pemain Persib yang mendapat panggilan,” tambahnya.
Dengan pendekatan tersebut, Persib tampaknya lebih memilih membangun kekuatan secara bertahap demi menyambut musim 2026/27 daripada memaksakan hasil di turnamen pramusim.
Di Piala Presiden 2026, Persib tergabung di Grup A bersama Arema FC serta dua klub Asing, yakni DPMM FC (Brunei Darussalam) dan Tampines Rovers (Singapura).









