KabarSunda.com- Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menilai masyarakat Jawa Barat (Jabar) memiliki tingkat toleransi yang sangat tinggi.
Bahkan, Pigai tak ragu menyebut warga Jabar sebagai masyarakat paling toleran di Indonesia berdasarkan pengalaman dan pengamatannya selama bertahun-tahun.
Pernyataan tersebut disampaikan Pigai usai memberikan kuliah umum bertema Basic Human Rights kepada 2.008 praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jumat, 21 Agustus 2026.
Pigai menegaskan bahwa pandangannya mengenai karakter sosial warga Jabar tersebut bukanlah hal baru dilontarkannya.
Natalius Pigai menjelaskan, penilaian subjektif dan objektifnya terhadap tingginya toleransi di Tanah Pasundan didasari oleh rekam jejak kehidupannya sendiri yang telah menetap di Jabar selama puluhan tahun.
“Sosialnya terbangun, orang Jabar menunas dan toleran,” ujar Pigai.
Ia mengakui pandangannya sempat memicu pro dan kontra di tengah masyarakat.
Namun, pengalaman hidup selama hampir seperempat abad di Depok menjadikannya yakin akan tatanan sosial warga Jabar yang inklusif.
“Enam bulan lalu saya sudah katakan, meskipun ada pro dan kontra. Saya ini sudah tinggal di Jabar hampir 25 tahun di Depok. Orang Jabar adalah toleran nomor satu di Indonesia,” tegasnya.












