KabarSunda.com-Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membantah deposito Rp 70 miliar yang disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) adalah miliknya.
“Deposito itu bukan milik kami. Tidak ada uang atau deposito kami yang disita saat itu,” kilah Ridwan Kamil melalui keterangan tertulis, Selasa, 18 Maret 2025.
Ridwan Kamil bahkan mengaku tidak mengetahui adanya dugaan korupsi dana penempatan iklan dari media.
Tetapi pandangan berbeda dilontarkan Ketua Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Bandung, Fidelis Giawa SH. Fidelis mengatakan, mungkin saja tidak ada laporan mengenai adanya mark up dana penempatan iklan di Bank BJB, tetapi setidaknya Ridwan Kamil dapat laporan kondisi keuangan yang dikelola oleh bank plat merah tersebut.
“Secara dokumen bisa saja nomenklaturnya adalah anggaran iklan, tetapi secara riil penggunaan bisa jadi digunakan untuk CSR yang dikelola oleh kroni Ridwan Kamil,” tandas Fidelis kepada KabarSunda, Rabu, 19 Maret 2025.
Sebagai kuasa pemegang saham berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2017, posisi Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jabar saat itu sangat menentukan.
Sehingga sangat mustahil jika Ridwan Kamil tak mengetahui bahwa ada dana dari BJB yang digunakan untuk keperluan gerakan politik kroninya.
Fideli lalu mencontohkan dana Monumen Covid 19 yang tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), patung Bung Karno di GOR Saparua yang diresmikan Ridwan Kamil bersama Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto yang juga menghadiri groundbreaking pembangunan Monumen Plaza Dr. (H. C.) Soekarno di Kompleks GOR Saparua Bandung, Rabu, 28 Juni 2023.
Patung tersebut diklaim menjadi patung Soekarno paling tinggi di Indonesia.
Bahkan, lanjut Fidelis, Ridwan Kamil melakukan peletakan batu pertama pembangunan monumen bersama perwakilan keluarga Bung Karno, Hasto Kristiyanto di area GOR Saparua yang pembiayaannya dari swadaya masyarakat (non APBD dan APBN) sebesar Rp15 Miliar yang akhirnya mangkrak.











