Pastikan SPMB Berjalan Baik, Disdik Majalengka Jalin Pakta Integritas 

KabarSunda.com– Dinas Pendidikan (Disdik) Majalengka menggelar acara pakta integritas bersama seluruh stakeholder terkait, Selasa,  27 Maret 2025.

Kegiatan ini bertujuan memastikan kelancaran dan integritas Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang akan dimulai pada Juni mendatang di Kabupaten Majalengka.

“Jadi ada dua kegiatan penting yang harus dilaksanakan oleh Disdik. Satu kaitan dengan penerimaan murid baru, insha Allah di bulan depan, awal Juni kita sudah mulai SPMB sampai bulan Juli, kurang lebih satu bulan,” kata Kepala Disdik Kabupaten Majalengka, Rd Muhammad Umar Ma’ruf, Senin, 27 Mei 2025.

Umar Ma’ruf menjelaskan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang baru, dinamika pasti akan muncul. Oleh karena itu, penting untuk memiliki komitmen bersama.

Ia juga menekankan sudah ada Peraturan Menteri (Permen) yang ditindaklanjuti dengan Keputusan Umum untuk petunjuk teknis di lapangan, yang menjadi kewenangan Kabupaten/Kota.

Disdik Majalengka turut mengundang Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan berbagai stakeholder lainnya, termasuk juga anggota dewan, meskipun kebetulan mereka sedang mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas.

“Karena kita banyak kepala struktur di wilayah nanti, kita pengawasan secara internal. Jadi, kita berharap bahwa SPMB dengan sistem yang baru ini mudah-mudahan bisa berjalan lancar di Kabupaten Majalengka, khususnya dimulai dari TK, SD, SMP, dan SMA,” harap Umar Ma’ruf.

Disdik juga telah berkoordinasi dengan KCD (Kantor Cabang Dinas) wilayah IX untuk menyinkronkan lulusan kelas IX SMP ke SMA atau SMK. Koordinasi serupa juga dilakukan dengan Kementerian Agama.

Pada prinsipnya, Disdik ingin memastikan bahwa seluruh usia wajib belajar dapat tertampung dalam satuan pendidikan, sejalan dengan amanat negara bahwa setiap warga negara berhak dan wajib atas pendidikan.

“Bahkan, negara kan begitu hadir dalam pelaksanaan satuan pendidikan khususnya dari menengah sampai ke bawah. Nah, tentunya dengan pakta integritas tadi ada kebersamaan dengan Forkopimda untuk mengawal SPMB berjalan baik di Majalengka,” tambahnya.

Inovasi Literasi Melalui Film Dokumenter

Selain SPMB, agenda kedua yang tak kalah penting adalah program inovasi untuk membersamai peserta didik agar lebih rajin belajar literasi.

Umar Ma’ruf menekankan pentingnya literasi dalam pendidikan, meskipun gawai sudah ada di tangan anak-anak sejak balita.

“Cuman, gadget ini kan tidak semuanya berbicara literasi. Mudah-mudahan dengan sajian film dokumenter tadi,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa literasi di era digitalisasi tidak harus selalu membaca buku, tetapi juga bisa melalui visual agar informasi lebih melekat dalam pengetahuan.

Film dokumenter yang disajikan adalah perjalanan hidup Bupati Majalengka, dari mulai sekolah dasar hingga mencapai cita-citanya. “Beliau (Bupati) ini adalah orang desa, ikut Pilkades (orang tuanya), lalu terhambat sesuatu hal, menunggu empat tahun untuk dilantik menjadi kepala desa,” ungkap Umar Ma’ruf.

Meskipun film ini pendek, tujuannya adalah untuk menyampaikan pesan literasi melalui gambaran seorang bupati sebagai pemimpin. Inovasi ini diharapkan dapat memotivasi peserta didik di Majalengka untuk terus belajar dan menginspirasi mereka melalui kisah nyata ini.