Tim SAR Lanjutkan Pencarian, Keluarga Korban Longsor Tambang Gunung Kuda Dapat Santunan Rp50 Juta

KabarSunda.com- Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian korban longsor galian tambang Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Senin, 2 Juni 2025.

Di hari ke-4 ini, petugas mencari enam korban lainnya yang diduga masih tertimbun di puing-puing material longsor.

Pranata Humas Ahli BPBD Jabar Hadi Rahmat mengatakan, sampai hari ketiga pencarian, total ada 19 korban yang ditemukan meninggal dunia.

“Kemarin siang dihentikan dulu pencarian, sekarang dilanjutkan kembali,” kata Hadi.

Pencarian dilakukan beberapa hari lantaran tim SAR gabungan kesulitan dalam mencari beberapa korban.

Hadi menjelaskan, tantangan yang dihadapi yaitu material longsor dan ditakutkan masih ada potensi longsor susulan di area ini.

“Banyaknya material longsoran dan dikhawatirkan terjadinya longsor susulan ketika proses evakuasi,” ujarnya.

Sementara, area pencarian di lokasi dilakukan secara menyebar. Hal itu dikarenakan titik korban enam orang yang belum ditemukan ini masih tidak diketahui di mana saja. Adapun hal ini turut menjadi tantangan petugas di lapangan dalam pencarian.

“Titik lokasi enam korban yang belum ditemukan belum terdeteksi posisinya,” tuturnya.

Diketahui, enam korban yang belum ditemukan yaitu; Muniah (45 tahun) Desa Cikeduk, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, Sudiono (51 tahun) Desa Girinata, Kecamatan Dukuputang, Kabupaten Cirebon, Tono Bin Sudirman (57 tahun) Desa Cipanas, Kecamatan Dukuputang, Kabupaten Cirebon.

Kemudian, Dedi Setiadi (47 tahun) Desa Cikalahang, Kecamatan Dukuputang, Kabupaten Cirebon, Nurakman (51 tahun) Desa Girinata, Kecamatan Dukuputang, Kabupaten Cirebon, dan Puji Siswanto (50 tahun) Desa Leuwimunding, Kabupaten Majalengka.

Keluarga Korban Dapat Santunan Rp50 Juta

Keluarga korban meninggal dunia akibat longsor di area tambang Gunung Kuda, Kabupaten Cirebon, menerima santunan sebesar Rp50 juta per kepala keluarga.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan dana santunan tersebut berasal dari berbagai sumber.

“Sumbernya ada beberapa. Pertama dari BASNAS, kedua dari BJP Peduli, ketiga dari para pejabat di lingkungan Pemprov Jabar, dan keempat dari saya pribadi,” ujar Dedi di Bale Jaya Dewata, Kota Cirebon, Senin, 2 Juni 2025.

Selain itu, dia mengatakan dukungan dana untuk para korban juga datang dari pemerintah kabupaten yang menyumbang Rp5 juta.

“Dari Kabupaten Cirebon bantu Rp5 juta, jadi totalnya sekitar Rp45 juta. Tapi dengan tambahan dari pihak-pihak lain seperti Pak Kapolda, Kapolres, dan Pak Bupati, alhamdulillah totalnya hampir Rp50 juta per kepala keluarga,” jelasnya.

Santunan ini diberikan sebagai bentuk empati dan kepedulian terhadap keluarga korban, serta untuk meringankan beban ekonomi yang ditinggalkan.