KabarSunda.com- Meskipun sering diguyur hujan, tim dari UPTD Ujungberung bersama UPTD lainnya tetap berkolaborasi agar proyek ini segera rampung.
Kolam retensi ini dirancang dengan lebar pintu 65 meter dan lebar frame 70 meter, bertujuan untuk menampung limpasan air hujan guna mengurangi risiko banjir di wilayah timur Bandung. Selain itu, DSDABM juga melakukan penanaman pohon di sekitar area kolam sebagai upaya penghijauan dan pelestarian lingkungan.
Kepala UPTD Ujungberung DSDABM Kota Bandung,Iwan Setiawan, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen menyelesaikan proyek ini tepat waktu meskipun menghadapi tantangan cuaca. “Kami terus berkoordinasi dengan tim lain dan memastikan pekerjaan berjalan sesuai jadwal,” ujarnya.
Salah satu pegawai DSDABM, Ruslan, mengungkapkan bahwa mereka bekerja ekstra untuk mengejar target penyelesaian. “Kami bekerja dari pagi hingga sore, bahkan saat hujan, demi menyelesaikan proyek ini secepat mungkin,” katanya.
Pegawai lainnya, Dwi, menambahkan bahwa kolaborasi antar UPTD sangat membantu dalam mempercepat proses pembangunan. “Dengan kerja sama yang solid, kami optimis kolam retensi ini akan segera berfungsi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Pembangunan Kolam Retensi Ciporeat ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Bandung dalam mengatasi permasalahan banjir dan menjaga kelestarian lingkungan di kawasan timur kota.













