Aktivitas Kegempaan Gunung Tangkubanparahu Meningkat, Masyarakat Diminta Waspada

KabarSunda.com- Aktivitas seismik di kawasan Gunung Tangkubanparahu menunjukkan lonjakan yang cukup mencolok dibandingkan dengan kondisi sebelumnya.

Berdasarkan laporan terbaru dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), tercatat selama 24 jam terakhir terjadi peningkatan aktivitas kegempaan dengan 13 kali gempa hembusan dan 134 kali gempa low frekuensi.

Ketua Tim Kerja Gunungapi di Badan Geologi, Heruningtyas, mengonfirmasi bahwa aktivitas vulkanik Gunung Tangkubanparahu tengah mengalami peningkatan, khususnya dalam kategori gempa frekuensi rendah (low frequency atau LF).

“Saat ini memang terlihat peningkatan aktivitas, terutama gempa low frekuensi,” ujar Heruningtyas saat ditemui di Pos Pengamatan Gunung Tangkubanparahu, Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, pada Selasa, 3 Juni 2025.

Menurutnya, dalam kondisi normal, jumlah gempa yang terjadi umumnya berada di bawah angka 10 per hari. Namun dalam dua hari terakhir, terjadi lonjakan signifikan. Tercatat, pada Senin (2 Juni 2025) terdapat 100 kali gempa, sementara pada Selasa (3 Juni 2025) meningkat menjadi 134 kali.

Meskipun aktivitas kegempaan meningkat tajam, Heruningtyas menegaskan bahwa status aktivitas Gunung Tangkubanparahu belum dinaikkan. Gunung yang dikenal dengan bentuknya yang menyerupai perahu terbalik ini masih berada pada Level I (Normal).

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi letusan freatik, yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Gejala peningkatan kegempaan saat ini disebutnya serupa dengan situasi menjelang erupsi freatik pada 2019 lalu.

“Sejak 2019 sampai sekarang, pola kegempaan yang paling dominan tetap pada low frekuensi dan gempa hembusan. Polanya mirip dengan sebelumnya,” jelasnya.

Dalam waktu dekat, tim dari Badan Geologi direncanakan akan melakukan pengukuran kadar gas vulkanik di Kawah Ratu untuk mengetahui dinamika terkini.

Selain itu, evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas Gunung Tangkubanparahu akan terus dilakukan secara berkala oleh PVMBG guna memastikan keselamatan masyarakat di sekitar wilayah gunung.